Senin, 27/01/2020 14:20 WIB

Presiden Hingga Tukang Obat Akan Hadir di Rakernas I PDI Perjuangan

PDI Perjuangan akan menghadirkan kaum muda Indonesia dalam peringatan HUT 47 dan Rakernas I Partai dengan pesan kebudayaan yang kental

Persiapan Rakernas I PDIP

Jakarta, Jurnas.com - PDI Perjuangan akan menggelar Rapat Kerja Nasional yang pelaksanaannya berbarengan sengan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 pada 10-12 Januari 2020.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Rakernas I PDI Perjuangan akan menjadi Rakernas terbesar, yang dihadiri dari Presiden, menteri, struktur Partai, legislatif dan eksekutif Partai, hingga para sejarawan, arkeolog, ahli gizi, ahli obat-obatan tradisional dan para budayawan.

"Gelar kebudayaan juga akan ditampilkan guna menunjukkan kepribadian bangsa yang berakar kuat sejak ribuan tahun yang lalu," jelas Hasto, Sabtu (14/12/2019).

Ia mengingatkan Indonesia begitu berwarna, dan kaya dengan nilai spiritualitas yang hidup dalam kebudayaan bangsa.

"Karena itulah PDI Perjuangan juga akan menghadirkan kaum muda Indonesia dalam peringatan HUT 47 dan Rakernas I Partai dengan pesan kebudayaan yang begitu kental," ungkapnya.

Bagi Hasto, semangat berdikari harus menjadi dasar penyusunan haluan negara, dimana haluan negara adalah jalan kebudayaan, jalan kemakmuran yang berdiri kokoh di atas sumber daya nasional bangsa.

Hasto juga menyebut PDIP menggelorakan semangat mencapai jalan kemakmuran rakyat Indonesia. Yakni dengan memanfaatkan riset dan inovasi pengelolaan pangan, rempah, obat-obatan, bumbu-bumbuan, dengan keanekaragaman flora-fauna paling lengkap sedunia.

Ia pun memberi contoh sederhana. Indonesia merupakan produsen terbesar sarang burung walet, 2500 ton per tahun dengan nilai produksi lebih dari USD 3 miliar. Ini sumber protein dan sekaligus sangat baik untuk kesehatan.

Pasar internasional, khususnya Jepang dan Tiongkok sangat besar. Demikian pula umbi Porang, nilai ekspor sudah mencapai trilyunan rupiah.

Pemanfaatannya pun, jelas Haato, sangat luar biasa untuk obat-obatan, karena kandungan glukomanan yang sangat penting bagi kesehatan tubuh.

Pendeknya, dengan lebih dari 300 ribu kekayaan hayati, jika kita menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kedepankan riset dan inovasi sebagai budaya bangsa, maka kita bisa membuat loncatan kemajuan. Syaratnya harus percaya diri, berdikari, dan konsisten untuk mengembangkan apa yang Indonesia miliki," paparnya.

Adapun jalan kebudayaan, kata Hasto, bertumpu pada kepribadian bangsa. Disinilah Pancasila tidak hanya menjadi meja statis, namun juga leitstar, suatu pemandu yang dinamis agar Indonesia hadir kembali sebagai pemimpin diantara bangsa-bangsa di dunia.

TAGS : Rakernas HUT ke-47 PDI Perjuangan Budaya




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :