Senin, 20/01/2020 15:46 WIB

Bersama Eiger, Pendaki Indonesia Siap Taklukkan Puncak Tertinggi Asia Tenggara

Brand perlengkapan petualangan tropis Eiger mengumumkan sebuah ekspedisi besar dengan menggandeng para pendaki tanah air, yang akan digelar pada Juli-Agustus tahun 2020

Brand perlengkapan petualangan tropis Eiger mengumumkan sebuah ekspedisi besar dengan menggandeng para pendaki tanah air, yang akan digelar pada Juli-Agustus tahun 2020

Jakarta, Jurnas.com - Brand perlengkapan petualangan tropis Eiger mengumumkan sebuah ekspedisi besar dengan menggandeng para pendaki tanah air, yang akan digelar pada Juli-Agustus tahun 2020.

Ekspedisi besar dengan tantangan tingkat tinggi itu berupa pendakian ke Gunung Hkakabo Razi, di Myanmar yang diakui sebagai puncak tertinggi di Asia Tenggara.

Gunung dengan ketinggian 5881 mdpl ini terkenal dengan medannya yang sangat lengkap dan berbahaya, mulai dari hutan hujan yang sangat lebat di kaki gunung, sampai lapisan salju dan gletser pada ketinggian 4600 mdpl sampai ke puncaknya.

Di Hkakabo Razi, hutan hujannya masih perawan, lembab, gelap, serta penuh binatang berbahaya seperti ular piton, laba-laba, dan nyamuk malaria. Hal ini diperparah dengan tidak tersedianya jasa porter selama pendakian. Sehingga, semua perbekalan harus dibawa sendiri. Di sinilah Eiger mengambil makna dari pendakian ini.

Menurut Harimula Muharam, selaku General Manager Marketing PT Eigerindo MPI, pendakian yang akan dimulai pada Juli sampai Agustus 2020 ini nantinya akan menggambarkan semangat juang para pendaki kita, di mana para pendaki dari berbagai latar belakang akan bekerja sama dalam sebuah petualangan pendakian
dengan target mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Hkakabo Razi sebagai hadiah ulang tahun RI ke-75.

"Selain itu tentunya medan berat ini akan jadi tempat yang cocok untuk melakukan uji coba produk Eiger, yang akan membuktikan kualitas produk kami,” ujar Harimula Muharam, yang juga merupakan Ketua Harian Ekspedisi Merah Putih Hkakabo Razi 2020 ini.

Para pendaki yang terdiri dari Sofyan Arif Fesa (World 7 Summiter, Mountain Guide, Mahitala Unpar), Nurhuda (World 7 Summiter, Mountain Guide, Wanadri), Fandi Achmad (Trail Runner, Mapala UI), Putri Handayani (Grandslam Athlete, Pekerja Outshore, Kappa FT UI) dan Fransisca Dimitri (World 7 Summiter, Mahasiswi S2, Mahitala Unpar) sudah menjalani diklat sejak bulan Juni 2019 lalu.

"Persiapan pun sudah disusun dengan matang. Mulai dari survey, perizinan, pelatihan fisik sampai penyesuaian iklim setibanya di sana," kata Harimula.

Galih Donikara, dari Eiger Adventure Service Team, yang juga didaulat sebagai Ketua Pelaksana Ekspedisi menjelaskan bahwa latihan akan dimulai dari latihan teknik pendakian gunung es dan salju di Mount Cook, New Zealand, serta penjelajahan Hutan Tropis Gunung Raung di Jawa Timur, Gunung Halimun dan Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat.

“Tim kemudian melakukan simulasi pendakian di Pangrang Razi, gunung tropis lainnya yang berada di Myanmar sebagai adaptasi dan aklimatisasi, sebelum kemudian mengakhiri program latihan di ketinggian Gunung Kangteng Ri di Kierzikstan,” ujar Galih Donikara.

Rangkaian petualangan Eiger di kawasan tropis sudah di mulai dari kawasan Merabu dan Beriun di jantung hutan hujan tropis Kalimantan lewat ekspedisi Black Borneo pada tahun 2015 dan 2016. Dilanjutkan dengan Ekspedisi 28 Gunung Tropis Indonesia dari Aceh sampai Papua pada 2017.

Tahun 2020, bertepatan dengan HUT RI ke 75, Eiger mulai melangkahkan penjelajahan dan petualangannya menembus kawasan tropis Asia Tenggara sebelum melanjutkannya ke tingkat Asia dan dunia. Semoga Merah Putih dapat berkibar di puncak Hkakabo Razi.

TAGS : Puncak Tertinggi Asia Tenggara Brand Eiger




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :