Kamis, 27/02/2020 14:51 WIB

Maskapai Penerbangan Korsel Kena Denda Miliaran

Jeju Air, maskapai bertarif murah yang mengoperasikan rute internasional domestik dan terdekat

Maskapai penerbangan Korea Selatan (foto: UPI)

Jakarta, Jurnas.com - Maskapai penerbangan murah Korea Selatan menghadapi denda besar setelah tuduhan awak kabin minum selama operasi dan tidak mengikuti prosedur keselamatan selama penerbangan.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan mengatakan Air Seoul, Jeju Air dan T`way Air menghadapi denda hampir $ 680.000 (Rp9,8 miliar) karena melanggar hukum.

Awak kabin Air Seoul dilaporkan "mabuk" selama penerbangan pada 29 Juli, menurut kantor berita lokal Newsis. Tidak jelas berapa banyak pramugari yang didenda, tetapi hukumannya adalah $ 176.000.

Jeju Air, maskapai bertarif murah yang mengoperasikan rute internasional domestik dan terdekat, didenda sekitar $ 500.000 (Rp7,2 Miliar) untuk berbagai pelanggaran yang terjadi pada 28 Februari lalu.

Selama penerbangan antara Incheon, Korea Selatan dan Qingdao, Cina, pilot tidak mematuhi prosedur keselamatan ketika sistem rem tidak berfungsi dengan baik saat lepas landas dan mendarat, kata kementerian itu.

Pilot pertama dan kedua dari penerbangan Jeju Air telah dihukum dengan "30 hari diskualifikasi," menurut laporan.

Penerbangan Jeju Air yang berlangsung pada 20 Juli dan 4 Agustus juga disebut-sebut sebagai pelanggaran, termasuk penyalahgunaan peralatan pilot dan mendaratkan pesawat udara tanpa izin pengontrol.

T`way Air, maskapai bertarif rendah yang sebelumnya dikenal dengan nama Hansung Airlines, dihukum karena memasuki landasan pacu di Bandara Gwangju tanpa izin dari pengontrol pada 3 Agustus. Pilot pertama dan kedua dari penerbangan tersebut telah ditangguhkan selama 15 hari.

Seorang pejabat kementerian Korea Selatan mengatakan kepada Yonhap bahwa industri penerbangan menghadapi "kesulitan bisnis" tetapi kelalaian dalam manajemen keselamatan tidak akan ditoleransi.

Korea Selatan memiliki salah satu industri penerbangan dengan pertumbuhan tercepat di Asia. Menurut firma intelijen data Center for Aviation, lalu lintas penumpang di Korea meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dekade terakhir, dari 52,3 juta pada 2008 menjadi 117,5 juta pada 2018.

TAGS : Maskapai Penerbangan Korea Selatan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :