Selasa, 25/02/2020 06:36 WIB

Lantik DPP IWI 2019-2023, LAN Arahkan Widyaiswara Manfaatkan IT

Kita upayakan peningkatan tunjangan dan kinerja grading bagi Widyaiswara. Sebab selama ini jauh lebih rendah dari profesi struktural

Pengurus DPP IWI 2019-2023 bersama Kepala Lembaga Administrasi Negara

Jakarta, Jurnas.com - Lembaga Administrasi Negara (LAN) mendorong agar Ikatan Widyaiswara Indonesia (IWI) memaksimalkan pesatnya perkembangan Information Technology (IT) dalam menjalankan perannya sebagai pendidik Aparat Sipil Negara (ASN).

Widyaiswara sendiri adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diangkat sebagai pejabat fungsional oleh pejabat yang berwenang dengan tugas, tanggung jawab, wewenang untuk mendidik, mengajar, dan/atau melatih Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada lembaga pendidikan dan pelatihan (diklat) pemerintah.

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suryanto mengatakan, Widyaiswara dapat berkolaborasi dan bekerja beriringan dengan intsansi LAN dalam mengkreat program, sehingga Widyaiswara bisa mengembangkan kemampuan berbasis e-learning.

"Jadi kita tinggalkan cara platihan klasik. Ganti menggunakan IT, sehingga bisa lebih efisien, lebih efektif, dan semua aparat sipil negara bisa dilayani dengan baik," ujar Adi Suryanto, usai melantik pengurus DPP Ikatan Widyaiswara Indonesia periode 2019-2023 di Gedung LAN, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Adi mengucapkan selamat atas terpilihnya ketua umum dan jajaran pengurus DPP IWI yang baru melalui Kongres VI. Pelantikan dan berita acara pengangkatan ini ditandatangani Adi Suryanto selaku Kepala LAN.

Adapun pengurus DPP IWI yang dilantik masing-masing Boediarso Teguh Widodo sebagai Ketua Umum, Endan Suwandana (Wakil Ketua I) Bambang Sugiyono (Wakil Ketua II), Muhammad Maliki Moersid (Wakil Ketua III), Jamaluddin Al Afgani (Wakil Ketua IV).

"Jadi kongres sebagai kewajiban empat tahunan bagi organisasi IWI sudah kita selesaikan. Selamat pengurus Widyaiswara yang baru," ucapnya.

Adi juga menuturkan, dalam latihan dasar bagi aparat sipil negara dan PNS, diberikan materi pra jabatan, menanamkam dasar PNS, juga pembelajaran anti korupsi, nasionalsime, etika publik, komitmen mutu, dan akuntabilitas.

"Setiap CPNS ataupun Aparat Sipil Negara harus punya karakter dan nilai-nilai dasar yang baik. Dan itu kita tanamkan di awal," jelasnya.

Adi pun menjelaskan tiga fungsi dan peran PNS, yakni Pelayanan, menjalankan kebijakan publik, dan pemersatu bangsa.

Sementara itu, Ketua Umum DPP IWI Boediarso Teguh Widodo mengatakan, kepemimpinan DPP IWI 2019-2023 akan dibangun dengan prinsip kolektif kolegial.

"Artinya, pengambilan keputusan sejauh mungkin melalui musyawarah mufakat dan dengan konsep keterbukaan," jelasnya.

Dengan demikian, jelas Boediarso, kepengurusan IWI harus membangun komunikasi yang baik, memanfaatkan teknologi informasi yang semakin canggih.

Berdasarka hasil kongres, Boediarso menyampaikan adanya sejumlah perubahan AD/ART, juga membentuk program kerja dan rekomendasi terkait kesejahteraan ASN, terutama bagi profesi Widyaiswara.

"Kita upayakan peningkatan tunjangan dan kinerja grading bagi Widyaiswara. Sebab selama ini jauh lebih rendah dari profesi struktural," ujarnya.

"Maka kita akan perjuangkan penyetaraan grading Wiyaiswara setingkat atau sedikit di bawah struktural dalam setiap tingkatan," papar Bowdiarso.

Ia menuturkan, kenaikan tunjangan jabatan profesi Widyaiswara sejak 2008 belum disesuaikan, atau paling tidak disetarakan.

"Selain hak-hak tadi, kita juga ingin dorong keseimbangan. Tak hanya hak juga kewajiban. Maka kita akan tingkatkan kinerja profesi Widyaiswara. Sebab kami memiliki peran strategis, sebagai guru birokrasi dan guru bangsa," jelas Boediarso.

TAGS : Ikatan Widyaiswara Indonesia Lembaga Administrasi Negara Adi Suryanto




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :