Sabtu, 15/08/2020 12:20 WIB

DPR RI Dukung Penguatan Kerjasama Ekonomi dengan Djibouti

Djibouti mungkin bukan negara yang familiar di telinga masyarakat Indonesia. Padahal letak negaranya yang strategis menjadikan Djibouti sebagai pintu masuk ke Laut Merah dan menguasai 70 persen pergerakan perdagangan melalui jalur maritim di AfrikaTimur.

Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin saat menggelar pertemuan dengan Ketua Parlemen Djibouti, Mohamed Ali Houmed, di sela-sela the 7th Global Conference of Parliamentarians Against Corruption di Doha

Doha, Jurnas.com - Djibouti mungkin bukan negara yang familiar di telinga masyarakat Indonesia. Padahal letak negaranya yang strategis menjadikan Djibouti sebagai pintu masuk ke Laut Merah dan menguasai 70 persen pergerakan perdagangan melalui jalur maritim di AfrikaTimur.

Tidak hanya membuka pintu masuk bagi produk-produk Indonesia ke kawasan Afrika, tetapi posisigeografis Djibouti menjadikannya sebagai hubungan menuju Eropa dan Timur Tengah.

Hal ini mengemuka pada pertemuan bilateral antara Wakil Ketua DPR RI, Dr. Azis Syamsuddin, dengan Ketua Parlemen Djibouti, Mohamed Ali Houmed, di sela-sela the 7th Global Conference of Parliamentarians Against Corruption di Doha, Qatar, tanggal 9-10 Desember 2019.

Berbagai aspek penguatan kerjasama dibahas dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab. Djibouti memandang Indonesia sebagai sahabat dekat danmengapresiasi langkah-langkah DPR RI untuk mempererat hubungan bilateral antara kedua parlemen.

Pada kesempatan ini Djibouti menyampaikan mengenai keinginan membentuk grup kerjasama bilateral denganDPR RI. Kelompok persahabatan antar kedua parlemen tersebut dapat menjadi mekanisme yang mengeratkankerjasama di antara kedua parlemen.

"DPR RI di periodebaru ini tengah dalam proses mengidentifikasi negara-negara yang strategis sebagai mitra grup kerjasamabilateral. Permintaan dari Djibouti tentunya akandipertimbangkan dan kami akan membuka komunikasiyang lebih intensif dengan Parlemen Djibouti sebagaitindak lanjut permintaan mereka,” demikian disampaikanAzis Syamsuddin.

Penguatan kerjasama diantara kedua negara dapat berkontribusi terhadap penguatan kerjasama di level regional. Kedua negara memiliki kesamaan dari sisi keanggotaan di pasar bersama regional.

Indonesia merupakan anggota aktif ASEAN dan Djibouti merupakan anggota Common Market for Eastern and Southern Africa (COMESA). Dengan adanya dialog di antara kedua parlemen, diharapkan dapat menuju kerjasama perdagangan yang lebih intensif di level kerjasama antar kawasan.

Kedua parlemen memandang masih terbuka lebar kesempatan untuk mengembangkan kerjasama di berbagai bidang. Performa perdagangan kedua negarajuga masih dapat ditingkatkan. Di tahun 2018 tercatatnilai perdagangan Indonesia dengan Djibouti mencapaiUSD211 juta, surplus di pihak Indonesia sekitar 90 persen.

Salah satu bidang yang sangat prospektif untukdikembangkan dan menarik minat Djibouti adalah sektorgeothermal. Selain itu kedua pimpinan parlemen bertukarpandangan mengenai kerjasama bidang ekonomi, budayadan olahraga.

Untuk mengenal Djibouti secara lebih dekat, Parlemen Djibouti mengundang pimpinan DPR RI untuk melakukanlawatan resmi. Dalam pertemuan ini, Wakil Ketua DPR RI didampingi Wakil Ketua BKSAP, H.A. Hafisz Thohir (F-PAN).

TAGS : Warta DPR Pimpinan DPR Azis Syamsuddin




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :