Selasa, 31/03/2020 12:39 WIB

Defisit Anggaran Arab Saudi Melar Tahun 2020

Arab Saudi meramalkan defisit anggaran USD50 miliar tahun depan, untuk tahun ketujuh berturut-turut, naik USD15 miliar tahun ini.

Kilang minyak Arab Saudi, Aramco (Foto: Memo)

Riyadh, Jurnas.com - Defisit anggaran Arab Saudi di tahun mendatang akan mengalami peningkatan karena anjloknya harga minyak dan juga adanya pengurangan volume produksi.

Dalam sebuah pernyataan resmi pada Senin (9/12), televisi yang dikelola pemerintah mengatakan, Arab Saudi meramalkan defisit anggaran USD50 miliar tahun depan atau naik USD15 miliar tahun ini selama tujuh tahun berturut-turut.

Pernyataan itu muncul tak lama setelah pertemuan kabinet, yang diketuai Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, mengumumkan, Riyadh juga akan memotong pengeluaran untuk tahun 2020 dalam ukuran pengencangan sabuk yang langka.

Pertemuan itu juga memperkirakan pengeluaran untuk tahun depan adalah USD272 miliar, lebih rendah 7,8 persen dari perkiraan tahun ini, sementara pendapatan diperkirakan USD222 miliar, juga turun sebesar 14,6 persen.

Pekan lalu, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya menyetujui pengurangan produksi minyak tambahan untuk membantu mengembalikan harga minyak di level yang lebih baik.

Arab Saudi memperoleh dua pertiga dari pendapatan minyak. Namun, Negeri Petro Dolar ini  juga berkomitmen untuk pengurangan produksi yang lebih besar untuk mendukung harga.

Selama pertemuan kabinet, Raja Salman mengatakan Riyadh bertekad untuk terus mendiversifikasi sumber-sumber pendapatan bagi kerajaan Arab dan membuat negaranya menjauh dari ketergantungan pada minyak.

Pada awal November lalu, Menteri Keuangan Arab Saudi, Mohammed al-Jadaan mengatakan, defisit anggaran diperkirakan akan melebar menjadi USD49,8 miliar pada tahun 2020 dari yang diperkirakan 35 miliar pada tahun penutupan karena rendahnya harga minyak.

Ini berarti bahwa defisit anggaran kerajaan Arab Saudi tahun depan akan meningkat menjadi 6,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) dari perkiraan 4,7 persen dari PDB tahun ini.

Sekadar diketahui, sejak 2014, ketika harga minyak jatuh, Riyadh telah membukukan defisit anggaran setiap tahun.

TAGS : Arab Saudi Harga Minyak Defisit Anggaran




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :