Kamis, 23/01/2020 01:10 WIB

Presiden Assad Tuding Uni Eropa Otak Kekacauan di Suriah

Krisis pengungsi saat ini di negara Eropa merupakan konsekuensi dari dukungan mereka terhadap terorisme di negara Arab.

Presiden Suriah Bashar Assad (Foto: Financial Tribune)

Damaskus, Jurnas.com - Presiden Suriah, Bashar al-Assad telah mengecam peran kunci Eropa dalam menciptakan kekacauan di Suriah. Menurutnya, krisis pengungsi saat ini di negara Eropa merupakan konsekuensi dari dukungan mereka terhadap terorisme di negara Arab.

"Mengapa Anda memiliki pengungsi di Eropa? Ini pertanyaan sederhana: karena terorisme yang didukung oleh Eropa," kata Assad saat melakukan wawancara dengan saluran TV Italia, Rai News 24.

"Eropa adalah pemain utama dalam menciptakan kekacauan di Suriah. Jadi, apa yang terjadi," sambungnya.

Wawancara awalnya diberikan kepada saluran TV Italia pada 26 November 2019, dan akan mengudara pada 2 Desember; namun, saluran itu menolak menyiarkannya, menurut kantor berita resmi Suriah SANA, yang menerbitkan teks lengkap wawancara pada 9 Desember.

"Mereka mengirim senjata; mereka menciptakan kekacauan ini. Itulah sebabnya banyak orang merasa sulit untuk tinggal di Suriah; jutaan orang tidak bisa tinggal di sini sehingga mereka harus keluar dari Suriah," tambahnya.

Assad juga memperingatkan tentang dampak lain dari dukungan eksternal untuk terorisme di negara Arab.

"Jelas, setiap kali Anda mengalami kekacauan, itu akan berdampak buruk bagi semua orang, itu akan memiliki efek samping dan dampak, terutama ketika ada gangguan eksternal," jelasnya.

Banyak pengungsi melakukan perjalanan laut yang berbahaya untuk mencapai pantai-pantai Eropa. Mereka menembus ombak untuk masuk ke negara-negara Uni Eropa yang lebih kaya, khususnya Jerman, untuk mencari kondisi kehidupan yang lebih baik.

Menurut cacatana Organisasi Internasional untuk Migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), setidaknya 15.000 orang kehilangan nyawa di perlintasan Mediterania sejak 2014. 

TAGS : Bashar al-Assad Timur Tengah Uni Eropa Suriah




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :