Jum'at, 18/09/2020 17:34 WIB

Pemenuhan Nutrisi Sejak Usia Dini Percepat Pertumbuhan Anak

kebiasaan pola makan dan hidup bersih sehat perlu dibiasakan sejak dini, terutama untuk mencegah berbagai tantangan kesehatan yang akan dimiliki anak di masa depan.

Kampanye Edukasi Isi Piringku untuk Anak 4-6 Tahun, Danone Indonesia menggelar kegiatan edukasi kepada guru dari 75 PAUD di Jakarta Timur

Jakarta, Jurnas.com - Health and Nutrition Sustainable Development Manager Danone Indonesia, Wailayati Ningsih mengatakan, kebiasaan pola makan dan hidup bersih sehat perlu dibiasakan sejak dini, terutama untuk mencegah berbagai tantangan kesehatan yang akan dimiliki anak di masa depan.

“Dalam hal ini, peran orang tua dan tenaga pengajar di lembaga pendidikan sangat penting untuk memulai edukasi tentang pentingnya pemenuhan nutrisi, terutama di lingkungan belajar seperti sekolah,” katanya.

Untuk itu, lanjut Ningsih, Danone Indonesia memperluas jangkauan program edukasi “Isi Piringku” untuk anak 4-6 tahun kepada sejumlah guru pendidikan usia dini, pemerintah dan dinas tingkat daerah, hingga organisasi kemasyarakatan terkait intervensi pola asuh dan gizi seimbang pada masa kanak-kanak.

“Hari ini, kami bersama mitra program Yasmina Foundation melanjutkan edukasi pola asuh dan Isi Piringku 4-6 tahun di Jakarta Timur sebagai perwujudan misi kami untuk membawa kesehatan melalui makanan ke sebanyak mungkin masyarakat,” tuturnya.

Saat ini, sekitar 17,7% balita di Indonesia masih mengalami gizi kurang dan gizi buruk, hingga 30,8% terindikasi stunting . Diluar itu, sekitar 55% balita mengalami kekurangan energi, dan lebih dari 80% anak usia 4-12 tahun kekurangan EPA+DHA.

Di Jakarta Timur sendiri, tercatat ada sebanyak 4.857 balita sangat pendek dan 5.628 balita pendek di 10 kecamatan. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh kekurangan akses pangan bergizi, ketidaktahuan mengenai gizi, hingga kurangnya akses air bersih, sanitasi, dan perilaku hidup bersih sehat.

Menurut Ningsih, misi ini sejalan dengan salah satu edukasi berkelanjutan oleh Danone di Indonesia Kampanye Edukasi Isi Piringku 4-6 Tahun kepada guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), ibu PKK, hingga orang tua terkait anjuran gizi seimbang, hidrasi sehat, cuci tangan pakai sabun (CTPS), anjuran aktivitas fisik, keamanan pangan, hingga pemantauan tumbuh kembang untuk anak usia 4-6 tahun.

“Edukasi yang konsisten kepada anak-anak dalam institusi pendidikan dini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan hidup sehat yang dapat diteruskan hingga ia dewasa nanti,” tambahnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur, Muchtar menyambut baik edukasi yang dilakukan oleh Danone Indonesia. Menurutnya, hal itu unttuk mendukung anak yang pintar, kreatif, cerdas dan berakhlak mulia, anak-anak harus mendapatkan pola asuh yang baik serta diberikan makanan-makanan yang memenuhi gizi seimbang.

“PAUD adalah salah satu sarana kegiatan belajar yang dapat diandalkan untuk memenuhi tujuan ini. Saya sangat mengapresiasi sosialisasi pola asuh dan Isi Piringku hari ini dan berharap dapat terus berlangsung dengan sasaran yang makin luas,” katanya.

Sementara itu, ahli gizi anak, dr. Dian Kusumadewi mengatakan, konsumsi gizi seimbang sesuai dengan anjuran Isi Piringku bagi anak 4-6 tahun harus dilakukan untuk memastikan anak memiliki tumbuh kembang sesuai dengan usianya.

“Periode emas tumbuh kembang anak-anak ada dalam rentang 1000 Hari Pertama Kehidupan. Namun, kebiasaan konsumsi gizi yang baik perlu dipertahankan bahkan saat anak sudah menginjak usia 4-6 tahun,” terang dr. Dian Kusumadewi.

Untuk memastikan hal tersebut, pola asuh yang baik perlu diterapkan sejak dini oleh orang dewasa yang sehari-harinya bertemu dengan anak. Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si. Praktisi Psikologi Klinis menjelaskan, orang tua memiliki peran yang besar dalam mendukung masa depan si Kecil, terutama pada masa tumbuh kembang anak.

“Hal ini karena pemenuhan nutrisi di awal kehidupan membutuhkan pola asuh yang baik dari orang tua. Dalam masa tumbuh kemabng, banyak hal yang perlu menjadi perhatian orang tua mulai dari fisik, kognitif, bahasa, emosi, hingga aspek sosial. Masing-masing aspek membutuhkan cara mengasah yang berbeda-beda, contohnya pada aspek fisik anak membutuhkan nutrisi, tidur cukup, dan aktif bergerak,” katanya.

Ibu Siti Lestari, Perwakilan Guru PAUD dari Kecamatan Makasar, Jakarta Timur yang mengikuti Pelatihan Isi Piringku 4-6 Tahun menuturkan, edukasi ini sangat bermanfaat dalam penambahan pengetahuan saya sebagai guru dan orang tua, khususnya mengenai pemenuhan nutrisi dan pola asuh.

“Namun, untuk memastikan anak membawa bekal dan pola makan yang sesuai dengan konsep Isi Piringku, butuh proses bagi guru, orang tua dan anak sendiri. Untuk itu, saya berharap sinergi seperti ini dapat dilakukan dengan frekuensi dan durasi yang lebih lama lagi,” tandasnya.

Kegiatan hari ini merupakan bagian dari program edukasi berkelanjutan dari Danone Indonesia yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan CSR dari Kementerian Kesehatan Award 2019. Dari total 91 peserta, program Kampanye Edukasi Isi Piringku Anak 4-6 tahun menjadi pemenang dalam kategori Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Dimulai sejak tahun 2017, program ini menggunakan modul yang disusun bersama Institut Pertanian Bogor (IPB), berhasil mengedukasi 160 PAUD di 11 kabupaten/kota.

 “Guru PAUD memiliki peran penting mendidik para calon penerus  kemajuan bangsa, termasuk untuk meningkatan kesadaran pentingnya nutrisi sebagai elemen penting pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan bekal edukasi pola asuh dan pola makan Isi Piringku 4-6 tahun yang kami berikan hari ini, mari kita bersama-sama mengawal pemenuhan nutrisi anak-anak Indonesia untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan optimal dan menciptakan generasi yang sehat dan produktif di masa depan.”, tutup Waila.

TAGS : Nutrisi Anak Sejak Dini Danone Indonesia




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :