Minggu, 05/04/2020 01:13 WIB

Pembangunan Pertanian Harus Mampu Menjamin Perut 267 Juta Jiwa Indonesia

Pertanian saat ini, khususnya di Indonesia dihadapakan tantangan. Salah satunya adalah perubahan iklim

Karantina Pertanian melakukan MoU dengan Institut Pertanian Bogor (IPB)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus menekankan bahwa tujuan pembangunan pertanian ke depannya harus mampu menyediakan pangan 267 juta jiwa penduduk di Indonesia.

Di samping itu, Kementan juga berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dan peningkatan daya saing produk pertanian dalam negeri agar mampu bersaing di pasar ekspor dunia.

Kepala Balai Besar Uji Standar Karantina Kementan (BBUSKP), Sriyanto menjelaskan, mewujudkan harapan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena itu, diperlukan konsentrasi dan gerak bersama.

"Pelaksanaan kerja sama penerapan dan pengembangan teknologi biosensor antara Kementan dan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) adalah awal yang baik," ujar Sriyanto dalam acara "Pengembangan dan Penerapan Teknologi Bionsensor Sebagai Artificial Inteligence Tindakan Karantina" di Balai Besar Uji Standar Karantian Pertanian, Rawamangun, Senin (9/12).

"Momentum seperti ini sangat penting karena selain kita bisa bersilaturahmi, juga bisa melakukan diskusi, masukan terkait dengan pemanfaatan teknologi biosensor," sambungnya.

Sriyanto mengungkapkan, pertanian saat ini, khususnya di Indonesia dihadapakan tantangan. Pertama, dampak perubahan iklim global yang berpengaruh pada produktivitas hasil pertanian.

Kedua, adanya krisis energi dan pangan dunia serta perkembangan pasar bebas yang menuntut adanya persaingan terhadap produk-produk pertanian.

"Semua ini diperlukan pendekatan yang progresif agar semua aktivitas pembangunan pertanian dapat sesuai dengan kondisi yang ada dan agroklimaks masing-masing daerah," jelasnya.

Menurut Sriyanto, pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat Indonesia yang jumlahnya mencapai sekitar 267 jiwa perlu mendapat perhatian serius di tengah gempuran perubahan iklim, seperti kemarau panjang saat ini.

"Kita perlu antisipasi dengan melihat kondisi pertanian dengan pencatatan satelit sebeberapa besar lahan tanaman padi yang kekeringan dan beberapa besar lahan yang siap panen di musim yang mendatang," jelasnya.

Peningkatan produksi komoditas pertanian, baik secara kualitas dan kuantitas dapat memicu naiknya jumlah ekspor dalam negeri. Untuk itu, Kementan tengah mengupayakan teknologi biosensor sebagai artificial intelegence.

"Untuk mencapai tujuan pembangunan pertanian memang diperlukan sumber daya manusia yang profesional, mandiri dan berdaya saing melalui pendidikan pelatihan serta pemanfaatan teknologi," tegasnya.

TAGS : Sektor Pertanian Teknologi Biosensor Suryanto




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :