Senin, 21/09/2020 01:14 WIB

Kasus Garuda, Faisol Riza: "Pelajaran Dirut BUMN Lainnya"

Terbongkarnya dugaan penyelundupan Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton itu juga menjadi momentum yang tepat untuk mengevaluasi apa yang terjadi sebelumnya, kendala, problem yang di hadapi oleh BUMN , agar nantinya bisa memperbaiki sengkarut permasalahan tersebut.

Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza dari PKB

Jakarta, Jurnas.com - Sikap tegas Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir yang mencopot Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) Aria Askhara lantaran dugaan penyelundupan Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton melalui pesawat Airbus A330-900 Neo merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi semua pihak, khususnya direksi dan komisaris di perusahaan - perusahaan pelat merah.

Demikian disampaikan Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza kepada Jurnas.com, Jumat (06/12/2019).

"Ini kan (Dugaan penyelundupan Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton) pelanggaran di bea cukai dan undang-undang penerbangan, dan terhadap BUMN saya kira apa yang dilakukan oleh menteri BUMN itu sudah sangat tegas dengan mencopot dirut garuda. Ini pelajaran bagi semua Dirut BUMN  lainnya," katanya.

Menurutnya, terbongkarnya dugaan penyelundupan Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton itu juga menjadi momentum yang tepat untuk mengevaluasi apa yang terjadi sebelumnya, kendala, problem yang di hadapi oleh BUMN. "Agar nantinya bisa memperbaiki sengkarut permasalahan tersebut," ujarnya.

"Ini juga kita bisa pesankan kepada menteri BUMN, banyak sekali BUMN yang selama ini kinerjanya kurang baik atau jauh dari harapan kita. Makanya momentun sekarang ini (bisa) digunakan juga untuk melakukan review dan evaluasi terhadap BUMN agar pak menteri bisa menetapkan arah kebijakan yang ingin di capai selama 5 tahun kedepan selama ini," kata Mantan Aktifis 98 ini.

Anak buah Cak Imin ini mengakui usaha untuk memperbaiki kinerja perusahaan BUMN bakal menghadapi banyak  tantangan. Apalagi, jumlah perusahaan BUMN sangat banyak, lebih dari 142 perusahaan, belum termasuk anak, cucu, cicit.

Namun, apabila Menteri Erick Fokus, bukan tidak mungkin, solusi dan jalan keluar bisa cepat teratasi dan kinerja keuangan perusabaan plat merah itu bakal kembali pulih dan makin bersinar.

"Jadi saya ingin pak menteri fokus pada bumn - bumn yang selama ini memberikan sumbangan besar pada APBN  kita agar kinerjanya semakin mengkilap. Bagi bumn-bumn yang sakit atau bumn-bumn yang justru mengganggu kinerja keuangan dari keseluruhan bumn secara kumulatif dilakukan observasi untuk menentukan apakah ini dilanjutkan atau ditutup saja," ujar dia.

TAGS : BUMN Erick Thohir PT Garuda Indonesia Komisi VI DPR RI Faisol Reza




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :