Kamis, 02/07/2020 15:11 WIB

Kementan Pantau Penyuluh di War Room

AWR adalah strategi baru Kementan untuk membangun pertanian melalui pendekatan digital yang mengarah pada Pertanian 4.0

Menteri Pertanain (Mentan), Syahrul Yasin Limpo berada di ruang war room (Foto: Kementan)

Bogor, Jurnas.com – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian (Kementan) sedang mendesain pAgriculture War Room (AWR) untuk memantau pertanian di seluruh wilayah Indonesia.

Syahrul menjelaskan bahwa AWR adalah strategi baru Kementan untuk membangun pertanian melalui pendekatan digital yang mengarah pada Pertanian 4.0

"Kita berharap dengan digitalisasi, frekuensi yang kita coba mainkan melalui pendekatan IT yang ada, maka tentu saja akselerasi pertanian kita bisa kita genjot dan kita tingkatkan jauh dari apa yang ada sekarang ini," kata Syahrul di Auditorium Sadikin Sumintawikarta, Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/12).

AWR akan menjadi pusat pembangunan pertanian yang secara langsung akan dipantau di Pusat. Ke depan AWR  akan terkoneksi dengan Agriculture Operational Room (AOR) yang berada di kecamatan.

"Setiap War Room di daerah akan memiliki kamera CCTV, sehingga kita bisa memantau langsung kegiatan di lapangan. Ini penting dilakukan karena semua pembicaraan kita tentang pertanian harus dilakukan di lapangan," kata Syahrul.

Balitbangtan selalu penanggung jawab desain AWR telah menyiapkan model percontohannya. Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry menjelaskan semua war room dari pusat hingga daerah nanti harus dipastikan terkoneksi dengan baik.

"Untuk bisa mengkoneksikan semua War Room, perlu melibatkan semua unit kerja baik di pusat, provinsi, sampai kecamatan," sebut Fadjry.

Dengan terkoneksinya War Room di seluruh wilayah, Fadjry pemerintah pusat akan lebih mudah memantau kegiatan pembangunan pertanian di daerah. Untuk mempermudah pemantauan, setiap war room di daerah akan dipasang kamera yang dilengkapi teknologi pencitraan.

"Bisa dibayangkan betapa besarnya big data yang kita miliki. Dengan kamera pencitraan berkualitas tinggi, kita bisa mengetahui berapa luas tanah. Kita juga bisa memprediksi pupuk yang dibutuhkan dan luas tanam. Akurasinya cukup bagus dan kita bisa memantau menit per menit," ucapnya.

Konsep War Room ini juga terintegrasi dengan program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Konstra Tani) yang mengaktifkan fungsi penyuluhan pertanian sebagai ujung tombak pemantauan kondisi lapangan.

"Sebenarnya semua pembicaraan kita tentang pertanian harus di lapangan. Bentuknya itu akan terwakili, terwadahi, formulasi di Kostrad Tani. Kostrad tani itu ada di kecamatan," katanya.

TAGS : War Room Fadjry Djufry Syahrul Yasin Limpo




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :