Sabtu, 18/01/2020 18:59 WIB

Kecerdasan Buatan Bisa Naikkan Level Kemampuan Manusia

masyarakat khususnya para pagawai negeri diharuskan memiliki skill memanfaatkan teknologi untuk mampu memberikan pelayanan secara digital.  

Nazim Machresa selaku praktisi dan konsultan teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, Jurnas.com - Nazim Machresa selaku praktisi dan konsultan teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) menilai dengan adanya perkembangan teknologi akan menggeser aktivitas manusia dari manual menjadi digital. Artinya segala aktivitas akan beralih ke ranah digitalisasi. Untuk itu, masyarakat khususnya para pagawai negeri diharuskan memiliki skill memanfaatkan teknologi untuk mampu memberikan pelayanan secara digital.  

“Mendampingi masyarakat yang merupakan konsumen layanan birokrasi agar mulai terbiasa menggunakan teknologi, serta memonitor kualitas data yang diinput oleh masyarakat kedalam sistem, adalah contoh pekerjaan yang nantinya dapat lebih banyak dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya yang saat ini menjabat sebagai eselon 3 dan 4,” kata Nazim di Jakarta.

“Hanya saja untuk dapat melakukan pekerjaan tersebut, diperlukan peningkatan keterampilan ASN dari yang semula hanya sebatas menginput data secara manual. Hal tersebut justru membuat para ASN tersebuk ‘naik kelas’,” tambahnya.  

Menurut Nazim, penerapan teknologi AI pada sistem kerja administrasi pemerintahan diyakini sangat menolong dalam hal efektifitas, efisiensi waktu dan biaya, serta transparansi dan ketepatan kebijakan sehingga memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat.

“Saat ini, hal-hal yang menyebabkan kurang adilnya proses verifikasi atau persetujuan perizinan hingga adanya pungutan liar dapat terjadi karena sebagian besar proses masih dilakukan secara manual oleh manusia yang tidak terlepas dari subyektifitas,” tuturnya.

Ia melanjutkan, adanya basis data dan rekam jejak yang tersimpan dalam sistem juga memungkinkan pengambilan kebijakan yang lebih akurat dan tepat sasaran kedepannya. Selain itu, integrasi antar lembaga dan elemen birokrasi menjadi semakin dimungkinkan sehingga mempercepat proses layanan.

“Pada intinya semua teknologi terlebih AI dibuat oleh manusia untuk menjadi sahabat manusia itu sendiri. Untuk membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan klerikal sehingga waktu dan tenaga yang dimiliki manusia dapat dialokasikan untuk mengerjakan hal lain yang bernilai lebih,” lanjutnya.

Sebagai praktisi penerapan AI yang bekerja sebagai Development Manager di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan layanan dan teknologi AI, Nazim memberikan 3 (tiga) aspek yang wajib diperhatikan disetiap proses implementasi teknologi baik pada perusahaan maupun lembaga Negara: “People (SDM), proses, dan teknologi. Teknologi hanya alat bantu atau enabler dari proses yang akan dilakukan oleh SDM, jadi sama sekali bukan pesaing” Imbuhnya.

TAGS : Kecerdasan Buatan Nazim Machresa Konsultan Teknologi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :