Selasa, 04/08/2020 10:11 WIB

DPD RI Berharap 4 Pilar jadi Kekuatan Menangkal Pengaruh Negatif Globalisasi

Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Kabauw, Pulau Haruku, Maluku Tengah.

Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Kabauw, Pulau Haruku, Maluku Tengah.

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Kabauw, Pulau Haruku, Maluku Tengah.

Dalam kunjungan itu, Nono Sampono menyampaikan pentingnya pengamalan 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, empat pilar kebangsaan tersebut menjadi kekuatan dan symbol bersama dan menjadi kunci dalam menguatkan nilai-nilai dasar guna menangkal pengaruh negatif dampak dari globalisasi.

“Dengan harapan, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang berkehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Diakui Nono, MPR telah merealisasikan program dengan mencermati perkembangan arus globalisasi yang kini melanda bangsa ini. Selain itu, hadirnya teknologi semakin mengancam keberadaan bangsa. Termasuk di Maluku yang merupakan daerah pasca konflik.

"Pada era globalisasi yang semakin terbuka ini, masyarakat sangat mudah untuk menjangkau segala ruang dan segi, contohnya bahaya yang kian mengancam bangsa ini yakni teroris yang mengatasnamakan ISIS. Hal ini tentunya berdampak pada sistem jalur transportasi yang semakin terbuka dan masuk dari segala segi. Untuk itu, pemahaman ini harus terus digalakan," tuturnya.

Nono Sampono yang juga merupakan Ketua Kaukus Parlemen Indonesia Timur itu mengatakan, empat pilar kebangsaan merupakan modal yang baik guna membangun bangsa yang penuh dengan kemajemukan.

“Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif terhadap empat pilar merupakan suatu keharusan dan kebutuhan yang tidak bisa diabaikan begitu saja,” tandasnya.

Nono menambahkan, empat pilar kebangsaan yang dimaksud adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara serta Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

"Sosialisasi empat pilar ini program MPR sejak kepemimpinan mantan Ketua MPR Taufik Keimas. Ini program wajib bagi kami semua terdiri dari anggota DPD dan MPR. Jadi setiap reses sosialisasi empat pilar di dapil masing-masing. Artinya, sosialisasi ini bisa menyentuh di pelosok tanah air,” kata Nono.

Soaislisasi empat pilat meliputi, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tuggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.

Warga Desa Kabauw, Pulau Haruku, Maluku Tengah mengapresiasi kedatangan Sampono menggelar sosialisasi. Mereka berharap, tak hanya Sampono mendatangi warga.

"Kami juga berharap ada kunjungan senator lainya serta anggota DPR asal Maluku. Selain kedatangan wakil rakyat dipusat untuk menyampaikan program pemerintah, kami juga ingin menyampaikan aspirasi agar di perjuangkan dipusat. Jadi kedatangan pak Nono ini kami sangat berterima kasih,” kata warga.

TAGS : Warta DPD RI Pimpinan DPD Nono Sampono




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :