Senin, 16/12/2019 00:39 WIB

Mobil Edukasi Pilah Sampah, Tukar Sampah Plastik dengan Sembako

 sejatinya penukaran sembako hanya insentif untuk membangun kesadaran dan budaya masyarakat untuk memilah sampah plastik

Komunitas Plastik untuk Kebaikan meluncurkan mobil edukasi pilah sampah plastik di kawasan waduk Gintung, Cirendeu, Tangerang Selatan, Minggu (1/12).

Jakarta, Jurnas.com – Komunitas Plastik untuk Kebaikan meluncurkan mobil edukasi pilah sampah plastik di kawasan waduk Gintung, Cirendeu, Tangerang Selatan, Minggu (1/12). Mobil ini menerima sampah botol plastik yang bisa ditukarkan dengan sembako. 

Koordinator Komunitas Plastik untuk Kebaikan, Eni Saeni mengatakan, sejatinya penukaran sembako hanya insentif untuk membangun kesadaran dan budaya masyarakat untuk memilah sampah plastik terutama sampah botol kemasan.

“Sampah botol kemasan memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena  memiliki demand yang kuat  dari industri daur ulang plastik,”  kata Eni.

Melalui kegiatan ini, komunitas berharap, produsen dapat berkontribusi terhadap masalah sosial dan lingkungan yang ditimbulkan akibat produk yang telah menjadi sampah. Salah satu caranya adalah  dengan  membangun demand terhadap sampah kemasan  sehingga menumbuhkan pasar plastik bekas non botol seperti sachet dan plastik-plastik kemasan lain.

“Selama ini, kebutuhan industri yang tinggi baru pada plastik jenis PET (Polyethylene Terephthalate) yang bisa di daur ulang kembali menjadi plastik,” tutur Eni.

Data Kementerian Perindustrian menyebutkan, kebutuhan baku industri daur ulang plastik sebanyak 913 ribu ton dipenuhi dari dalam negeri, sedangkan 320 ribu ton dari negara lain.  Adapun kebutuhan nasional, Indonesia memerlukan bahan baku plastik untuk produksi sebanyak 7,2 juta ton per tahun.

Sebanyak 2,3 juta ton bahan baku berupa virgin plastik lokal disuplai oleh industri Petrokimia di dalam negeri seperti PT Lotte Chemical dan PT Chandra Asri Petrochemical.

Melihat kebutuhan industri yang tinggi terhadap sampah botol PET, maka komunitas mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk mulai memilah sampah plastik dari rumah. Sampah-sampah tersebut dapat ditukarkan dengan sembako melalui mobil edukasi pilah sampah yang akan berkeliling ke rumah-rumah warga.

Untuk tahap awal, mobil sembako keliling akan beroperasi di wilayah Tangerang Selatan. Selanjutnya mobil edukasi pilah sampah plastik  akan berkeliling,  mendatangi rumah warga di Jakarta, Depok, Bekasi, dan Bogor.

Mobil keliling beroperasi setiap Jumat dan Sabtu pagi. Untuk jadwalnya operasi akan diberitahukan melalui akun medsos komunitas Plastik untuk Kebaikan. Yaitu di FB, Twitter, IG, dan YouTube.

“Apa yang dilakukan komunitas ini adalah bagian kecil untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dan membudayakan tata kelola sampah mulai dari rumah,” ujarnya.

Jika sebelumnya, lanjut Eni, masyarakat hanya mengenal sampah dibuang ke TPS lalu diangkut ke TPA, ke depan persoalan sampah selesai di rumah dengan cara dipilah. Sampah botol plastik atau kertas  dapat dijual, sedangkan sampah organik bisa dibuat pupuk.

“Paradigma baru yang harus dibangun adalah pilah, kumpulkan, jual, atau  tukarkan,  sedekahkan sampah plastik ke pemulung. Dengan melakukan tindakan kecil ini, Anda telah ikut serta menyelamatkan bumi dari pencemaran lingkungan,” lanjutnya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Toto Sudarto yang hadir pada acara ini melepas 80-an relawan Komunitas Plastik untuk Kebaikan yang dipusatkan di halaman kampus Pasca UIN untuk memungut sampah di sepanjang Situ Gintung.

Toto mengapresiasi gerakan ini karena mengajak masyarakat untuk menyelesaikan persoalan sampah dari rumaj,  memilah sampah botol plastik dan menukarkan sampah tersebut dengan sembako.

"Mari kita mulai dari unit terkecil yaitu memilah sampah plastik, sampah botol plastik dan sampah organik dari rumah. Jangan campur sampah karena sampah yang dicampur tidak ada harganya. Kalau sampah yang dipilah bisa ditukar sembako," kata Toto yang memberikan sampah plastik yang dikumpulkan dari rumah ke Komunitas.

Sebanyak 200 orang terlibat dalam kegiatan ini. Mereka adalah relawan yang tergabung dalam Komunikas Plastik untuk Kebaikan bersama beberapa komunitas seperti, Gintung Lake Community,  Gempita (Gerakan Pecinta Alam Semesta),  KSE  (Karya Salemba Empat), K3SI  (Komunitas Sharing Seputar Sampah Indonesia),  POSBINDU  (Pos Pelayanan Terpadu untuk Lansia, dan Gila Bike dan masyarakat setempat.

Masyarakat juga terlihat antusias  menukarkan sampah botol plastik ke mobil Edukasi Pilah Sampah Plastik dengan sembako. Komunitas berhasil mengumpulkan satu mobil colt yang akan dijual ke pengepul.

"Uang hasil penjualan sampah botol plastik akan dibelikan sembako agar kegiatan ini bisa terus berlangsung. Mari  pilah sampah plastik Anda karena memiliki nilai ekonomi," kata Eni.

TAGS : Sampah Plastik Mobil Edukasi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :