Senin, 17/02/2020 12:10 WIB

Pakar Berharap Tak Terjadi Aklamasi di Munas X Golkar

Sikap Golkar dalam Munas X ini akan menentukan bagaimana peta politik nasional kedepan

Diskusi Menjelang Munas X Partai Golkar

Jakarta, Jurnas.com - Pakar politik Ray Rangkuti menilai Musyawarah Nasional (Munas) X Partai Golkar harus dapat memilih ketua umum dengan mekanisme pemungutan suara langsung ataupun voting.

"Mekanisme aklamasi tidak baget menurut saya di Golkar," ujar Ray Rangkuti dalam diskusi menuju Munas X Partai Golkar, di Gado-gado Boplo, Cikini, Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

Bagi Ray Rangkuti, jika pemilihan ketum Golkar dilakukan secara aklamasi, maka itu sebuah kemunduran besar bagi partai beringin. Bahkan bagi Ray Rangkuti aklamasi membuat agenda munas tidak berarti.

"Kalau aklamasi tidak seru. Dan perbincangan ideal tak tercapai," ujarnya.

Ia menilai aklamasi itu titik tekannya pada senioritas. Bukan pada ide. Sedikit di bawah aklamasi itu sudah nepotisme dan anti kritik. "Maka sayang sekali kalau Munas Golkar aklamasi," tegas Ray Rangkuti.

Ia juga mengingatkan, publik akan melihat sejauh mana sumbangsih Munas X Golkar 2019 terhadap proses pendewasaan berdekokrasi di Indonesia secara eksternal.

"Kalau aklamasi misalnya, orang akan melihat bahwa presiden juga bisa dipilih secara aklamasi oleh MPR. Kayak gitu jadinya kita berpikirnya," tukas Ray Rangkuti.

Ia pun menyebut isu strategis nasional jelas menjadi perbincangan serius dalam Munas Golkar. Misalnya, apakah Golkar setuju pilkada kembali dipilih melalui DPRD, kemudian isu Amandemen UUD, bahkan soal Pilpres 2024 dan seterusnya.

"Sikap Golkar dalam Munas X ini akan menentukan bagaimana peta politik nasional kedepan," ungkapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Munas X Partai Golkar Christina Aryani mengatakan, hingga saat ini sudah ada delapan orang yang mengambil formulir sebagai bakal calon Ketua Umum Partai Golkar.

Dari nama-nama itu, sudah termasuk didalamnya Bambang Soesatyo yang disebut-sebut sebagainkandidat kuat penantang Airlangga Hartarto dalam perebitan kursi Ketum.

Kata Christina, sejumlah syarat harus dipenuhi bakal calon, termasuk harus memiliki dukungan 30 persen pemilik suara yang harus dibuktikan.

"Juga ada syarat tidak boleh tersentuh aliran PKI. Ada itu," jelas Christina Aryani.

TAGS : Christina Aryani Munas X Partai Golkar Ray Rangkuti




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :