Sabtu, 05/12/2020 00:30 WIB

Bolivia Tunjuk Dubes untuk AS Pertama Kalinya

Kementerian luar negeri mencatat bahwa Serrate sebelumnya menjabat sebagai Perwakilan Tetap Bolivia untuk Organisasi PBB.

Ilustrasi bendera Bolivia

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Luar Negeri Bolivia menyebutkan, pemerintah sementara Bolivia telah menunjuk seorang duta besar untuk Amerika Serikat untuk pertama kalinya sejak 2008 silam, Selasa (26/11) waktu setempat.

"Menteri Luar Negeri Karen Longaric telah menunjuk Walter Oscar Serrate sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh baru untuk AS," kata kementerian luar negeri melalui akun twitternya dilansir Tass.

Kementerian luar negeri mencatat bahwa Serrate sebelumnya menjabat sebagai Perwakilan Tetap Bolivia untuk Organisasi PBB.

Pada 2008, mantan presiden Bolivia Evo Morales telah menyatakan duta besar AS di La Paz sebagai persona non grate, menuduhnya membiayai oposisi dan mendukung protes. Segera setelah itu, Pemerintahan AS saat itu oleh Presiden George W. Bush menempatkan Bolivia pada daftar hitam kontra-narkotika.

Pemilihan presiden di Bolivia diadakan pada tanggal 20 Oktober. Menurut Mahkamah Pemilihan Umum, Presiden petahana Evo Morales menang di babak pertama. Pesaing utamanya, Carlos Mesa, mengatakan bahwa dia tidak mengakui kemenangan Morales di babak pertama. Setelah hasil pemilihan diumumkan, protes dan pemogokan besar-besaran dimulai di seluruh negeri.

Pada 10 November, Morales mengumumkan pengunduran dirinya dan menandai situasi di negara itu sebagai kudeta. Dia sebelumnya diminta meninggalkan jabatannya oleh angkatan bersenjata, oposisi, dan serikat buruh negara itu. Wakil Presiden Alvaro Garcia Linera dan beberapa menteri serta anggota parlemen mengundurkan diri juga.

Pihak berwenang Meksiko memberikan suaka politik kepada Morales. Morales tiba di Meksiko pada 12 November. Kemudian pada hari itu, Senator Bolivia Jeanine Anez menyatakan dirinya sebagai presiden sementara.

TAGS : Dubes Bolivia Amerika Serikat Walter Oscar




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :