Sabtu, 16/01/2021 12:16 WIB

Tradisi Arab dan Barat Akan Dikombinasikan di UIII

UIII merupakan perguruan tinggi keagamaan Islam yang didirikan atas dasar Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia yang mencakup bidang studi agama Islam, ilmu-ilmu sosial, humaniora dan sains teknologi.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan Universitas Islam Internasional (UIII) di Depok, Jawa Barat, akan memiliki tradisi kesarjanaan yang khas, dengan cara memadukan corak pendidikan tinggi di Arab dan Barat.

UIII merupakan perguruan tinggi keagamaan Islam yang didirikan atas dasar Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia yang mencakup bidang studi agama Islam, ilmu-ilmu sosial, humaniora dan sains teknologi.

"Jadi UIII nanti tidak akan sepenuhnya seperti di Arab dan tidak pula seperti Barat, tetapi kita mempelajari model keduanya untuk mencari bentuk baru yang lebih sesuai dengan Indonesia," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag, Kamaruddin Amin, pada Selasa (26/11) dalam kegiatan `Temu Ahli: Seizing The Moment For Inventing Muslim Civilization` di Jakarta.

Kamaruddin menjelaskan, UIII akan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjadi pusat kebudayaan, dan kemasyarakatan di dunia Islam.

Terdapat tiga pilar penting terkait pendirian UIII ini, yaitu sebagai lembaga pendidikan dan riset. Kedua, sebagai pusat kebudayaan Islam dan kemasyarakatan, serta yang ketiga sebagai pusat penelitian tentang isu keislaman strategis dan tantangan dunia Islam.

Pada saat awal, UIII ini akan membuka program syariah, aqidah, tafsir, hadis, tasawuf, usul fiqh, lughah, dan balaghah. Terdapat pula ilmu-ilmu sosial, teknologi halal, seni, dan musik.

Sementara Wakil Presiden RI, Ma`ruf Amin menginginkan UIII menjadi perguruan tinggi internasional berkualitas global.

"Indonesia adalah negara islam demokratis terbesar di dunia. Kita layak menjadi rujukan pengembangan ilmu pengetahuan keislaman yang berkualitas global" katanya.

Sejak pertama kali masuk Indonesia pada abad ke 8, Islam berkembang pesat dan sukses diterima dengan baik tanpa perang. Para penyebar Islam menggunakan aktifitas perdagangan dan sosial sebagai sarana yang pintar untuk membawa misi keagamaan.

Hal ini membuat Islam Indonesia memiliki ciri Islam moderat yang langka di dunia. Dibutuhkan sebuah pusat pendidikan dan penelitian yang berkualitas, agar keindahan Islam Indonesia dapat tersebar luas ke seluruh dunia.

"Selain pusat studi, lembaga ini penting untuk bisa menjadi pusat penyebaran kebudayaan Islam yang modern, toleran, dan berkemajuan," tandas dia.

TAGS : Kampus UIII Kementerian Agama Dirjen Pendis Kamaruddin Amin




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :