Minggu, 18/04/2021 04:29 WIB

Iran: Islam Melarang Kami Campuri Urusi Negara Lain

Wakil Presiden Pertama Iran, Es`haq Jahangiri memperingatkan negara-negara regional tertentu bahwa mereka akan berada dalam masalah, jika terbukti terlibat dalam kerusuhan baru-baru ini.

Bendera kebangsaan Iran. (Foto: Leonhard Foeger/Reuters)

Teheran, Jurnas.com - Beberapa negara tetangga Iran diketahui terlibat dalam tindakan kerusuhan aksi unjuk rasa baru-baru ini mengikuti keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar.

Demikian kata seorang komandan senior Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Fadavi,  memperingatkan negara-negara itu terhadap perilaku "nakal" mereka terhadap Iran.

Pekan lalu, pemerintah Iran menaikkan harga bensin untuk memoderasi tingkat konsumsi nasional, yang mencapai 110 juta liter per hari, 40 juta liter di atas persyaratan domestik harian maksimum.

Kesempatan ini dimanfaatkan oknum terntentu untuk menghasut para demonstran untuk melakukan tindakan kerusuhan. Mereka menghancurkan properti publik, membakar bank dan pompa bensin di antara fasilitas lainnya, dan menembaki orang dan pasukan keamanan.

"Selama kerusuhan baru-baru ini, beberapa tetangga kami bertindak menentang hubungan tetangga yang baik dan ketentuan Islam dan melakukan kejahatan. Kami menyarankan mereka bertobat," ujar Ali Fadavi kepada sekelompok anggota Basij perempuan di Teheran, Minggu (24/11).

Sebagai reaksi terhadap peristiwa baru-baru ini di Iran, Gedung Putih telah menyatakan dukungannya untuk apa yang diklaimnya sebagai gerakan rakyat.

Komandan IRGC itu mengecam sikap Washington dalam hal itu, menyoroti jejak kejahatan yang ditinggalkan Amerika Serikat (AS) dan `antek-anteknya` di masa kerusuhan dan vandalisme di Iran.

Fadavi mengatakan, pihak berwenang di Washington, London dan Paris tidak akan pernah mengubah perilaku mereka terhadap Iran dan, seperti 40 tahun terakhir, mereka akan melanjutkan tindakan kerusakan mereka.

"Namun, kami akan mengalahkan mereka seperti biasa," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Iran akan menanggapi dengan sepenuh hati gerakan musuh terkait dengan kerusuhan baru-baru ini di beberapa kota di Iran.

"Jika kita ingin memanfaatkan berbagai kemampuan Revolusi Islam, kita dapat ikut campur dengan masalah paling sepele dari negara mana pun, tetapi kami tidak akan melakukannya karena Islam tidak mengizinkan itu," katanya.

IRGC mengeluarkan pernyataan pada 18 November tentang kerusuhan baru-baru ini. Ia memperingatkan, akan dengan tegas menangani segala tindakan yang bertujuan menabur benih ketidakamanan di negara itu.

Sehari sebelumnya, Wakil Presiden Pertama Iran, Es`haq Jahangiri memperingatkan negara-negara regional tertentu bahwa mereka akan berada dalam masalah, jika terbukti terlibat dalam kerusuhan baru-baru ini.

"Negara-negara regional tertentu harus tahu bahwa jika ada petunjuk yang menunjukkan bahwa mereka melakukan intervensi untuk menciptakan kerusuhan di dalam Iran, mereka tidak akan melihat waktu damai di wilayah itu," kata Jahangiri.

TAGS : Es`haq Jahangiri Amerika Serikat Korps Pengawal Revolusi Islam Iran Ali Fadavi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :