Minggu, 19/01/2020 08:50 WIB

Jabar Beri Insentif Rp500 Ribu untuk Guru Honorer Swasta

Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jabar, Dewi Sartika mengatakan, pemerintah menganggarkan total Rp530 miliar untuk pemberian insentif tersebut.

Uang Rupiah

Jakarta, Jurnas.com - Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) memberikan insentif (gaji tambahan) sebesar Rp500 ribu, kepada guru swasta yang masih berstatus sebagai honorer.

Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jabar, Dewi Sartika mengatakan, pemerintah menganggarkan total Rp530 miliar untuk pemberian insentif tersebut.

"Itu namanya BPMU (Biaya Pendidikan Menengah Universal), yang sudah berjalan sejak (kewenangan) beralih dari kabupaten ke provinsi," ujar Dewi saat mengunjungi SPK Pribadi Billingual School Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (24/11) kemarin.

Pemprov Jabar memiliki pertimbangan tersendiri hanya memberikan insentif bagi guru honorer swasta. Dewi beralasan, di beberapa sekolah swasta jumlah siswanya terbilang minim.

"Malah ada sekolah swasta yang siswanya hanya 100. Anggap saja SPP-nya Rp25 ribu sebulan, totalnya sekolah dapat Rp1 juta. Itu untuk perbaikan dan fasilitas sekolah saja masih kurang. Terus buat gurunya apa?" terang dia.

Selain meningkatkan kesejahteraan guru honorer, Dewi tetap menekankan peningkatan kualitas mutu. Menurut dia, guru dewasa ini dituntut memperbarui sistem pembelajaran di dalam kelas, seiring dengan revolusi industri 4.0.

"Guru harus buka mata telinga. Tidak hanya deliver pengetahuan, karena sekrang ada dunia maya, ini tantangan berat," tandas Dewi.

Visi senada dilakukan oleh SPK Pribadi Billingual School Bandung. Kepala Sekolah SMA SPK Pribadi mengatakan, pihaknya juga memberikan penekanan pada mutu tenaga pendidik.

Rahmat menyampaikan, para guru di sekolah tersebut diwajibkan mengikuti pelatihan (in house training) setiap Sabtu, untuk mengetahui ilmu pendidikan terbaru.

"Konteksnya tentang metode mengajar, pedagogi ter-update. Kami undang pengawas sekolah untuk in house training tiap Sabtu. Akhir semester juga ada tes, untuk mengecek apakah kognitif mereka terupdate atau tidak," ujar Rahmat.

"Termasuk juga bahasa asing. Kalau bahasa asing mereka sudah expired, harus diperbarui. Karena itu juga berpengaruh dengan pendapatan," imbuh dia.

TAGS : Guru Honorer Dewi Sartika Dinas Pendidikan Jawa Barat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :