Rabu, 12/08/2020 22:47 WIB

Suasana Mencekam Warnai Pemilu Hong Kong Pagi Ini

Suasana mencekam mewarnai pemilihan umum (pemilu) distrik yang digelar di Hong Kong pada Minggu (24/11) pagi ini.

Pemilu di Hong Kong (Foto: SCMP)

Hong Kong, Jurnas.com - Suasana mencekam mewarnai pemilihan umum (pemilu) distrik yang digelar di Hong Kong pada Minggu (24/11) pagi ini.

Ratusan ribu pemilih memadati tempat pemungutan suara (TPS) di negara kota tersebut, di mana dalam tiga jam pertama jumlah pemilih mencapai tiga kali lipat dari pemilihan sebelumnya empat tahun lalu.

Sementara pemilih juga dihantui kekhawatiran bahwa pemungutan suara dapat dihentikan jika kekerasan meletus, mengingat posisi sudah disiagakan oleh pemerintah Hong Kong.

Dikutip dari Reuters, hanya ada sedikit polisi saat pemungutan suara yang dimulai pada pukul 7.30 pagi. Kondisi ini berbeda dengan laporan bahwa polisi anti huru hara berencana menjaga semua TPS, dengan 31.000 pasukan keamanan akan bertugas.

"Beberapa orang takut pemilihan akan dihentikan dengan alasan yang tidak dapat diprediksi, mungkin beberapa protes," kata Kevin Lai, seorang pekerja IT berusia 45 tahun.

Dia sengaja datang lebih awal ke TPS, karena takut akan adanya gangguan, mengingat Hong Kong sedang dilanda protes anti-pemerintah sejak pertengahan tahun ini.

Menurut catatan, setidaknya 1.104 kandidat bersaing untuk 452 kursi dewan distrik dalam pemilu yang diikuti oleh 4,1 juta warga Hong Kong.

Posisi dewan distrik dianggap strategis untuk mengendalikan beberapa pengeluaran dan memutuskan masalah lingkungan, dari daur ulang hingga transportasi, dan kesehatan masyarakat.

Jika para pegiat pro-demokrasi mendapatkan kendali, mereka dapat memperoleh enam kursi di Dewan Legislatif atau Parlemen Hong Kong, dan 117 kursi di panel beranggotakan 1.200 anggota yang memilih kepala eksekutifnya.

Lam yang didukung Beijing melemparkan surat suara di depan kamera televisi dan berjanji bahwa pemerintahnya, yang secara luas dianggap tidak berhubungan dengan penduduk, akan mendengarkan "lebih intensif" pandangan anggota dewan distrik.

Dia juga menyatakan harapan bahwa jeda kekerasan yang jarang terjadi selama beberapa hari terakhir akan bertahan.

"Saya berharap stabilitas dan ketenangan seperti ini tidak hanya untuk pemilihan hari ini, tetapi untuk menunjukkan bahwa semua orang tidak ingin Hong Kong jatuh ke dalam situasi kacau lagi, berharap untuk keluar dari dilema ini, dan mari kita memulai awal yang baru," ujar Lam.

TAGS : Hong Kong Pemilu Distrik Aksi Protes




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :