Selasa, 31/03/2020 17:19 WIB

Turki-Rusia Bakal Bangunan Pos Pengamatan Bersama di Suriah

Turki dan Rusia mungkin mencapai kesepakatan dalam beberapa hari mendatang tentang pendirian pos pengamatan di Suriah

Wilayah Suriah Utara (foto: UPI)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan bahwa Turki dan Rusia mungkin mencapai kesepakatan dalam beberapa hari mendatang tentang pendirian pos pengamatan di Suriah, Sabtu (23/11) waktu setempat.

"Saya percaya bahwa patroli gabungan Rusia-Turki akan lebih berhasil dan berguna dalam beberapa hari mendatang," kata Akar dilansir Tass.

"Kami terus melakukan upaya untuk membangun gencatan senjata penuh sehingga orang-orang di wilayah itu dapat kembali ke kehidupan normal dan tenang. Dalam hal ini, kami sedang melakukan koordinasi yang diperlukan dengan Rusia di area spesifik [Suriah]," tambahnya.

Selain Turki-Rusia patroli, pembicaraan sedang berlangsung dengan Rusia tentang membuat beberapa pos pengamatan dan kepastian tentang masalah ini akan muncul dalam beberapa hari mendatang.

Pada 9 Oktober, Turki melancarkan serangan militer ke Suriah utara, dengan nama sandi Operasi Musim Semi Perdamaian, dengan Angkatan Bersenjata Turki dan Tentara Pembebasan Suriah yang didukung Ankara melaksanakannya.

Pemerintah Erdogan mengklaim bahwa tujuannya adalah untuk membersihkan daerah perbatasan dari apa yang disebutnya `teroris` (label luas pasukan Kurdi Turki) dan membangun zona penyangga sepanjang 30 km di utara Suriah, tempat lebih dari 3 juta pengungsi Suriah di Turki akan bermukim kembali.

Serbuan Ankara ke Suriah telah memicu protes di wilayah tersebut dan di seluruh dunia. Damaskus mengecam operasi militer Turki sebagai tindakan agresi.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada 22 Oktober bahwa Ankara mempertimbangkan untuk mendirikan 12 pos pengamatan di sebelah timur Eufrat.

Pada 22 Oktober, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Erdogan menandatangani memorandum tentang aksi bersama di timur laut Suriah.

Menurut dokumen itu, pada siang hari 23 Oktober, polisi militer Rusia dan penjaga perbatasan Suriah mulai memantau penarikan formasi militer Kurdi hingga kedalaman 30 km dari perbatasan.

Kurdi telah menyelesaikan penarikan mereka pada 29 Oktober dan Rusia dan Turki meluncurkan patroli militer bersama di timur Sungai Eufrat mulai 1 November.

Pada 23 Oktober, saluran NTV melaporkan mengutip sumber di lingkaran pertahanan bahwa komando Turki sedang merevisi rencananya untuk menyebarkan pos pengamatan di Suriah utara.

TAGS : Pos Pengamatan Bersama Turki Rusia Suriah




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :