Senin, 09/12/2019 18:06 WIB

Cak Imin ke Petinggi Eropa: Mobil Listrik dan B20 Adalah Solusi

Kendaraan dan bahan bakar yang digunakan sangat menentukan seberapa besar emisi karbon yang dilepaskan

Muhaimin Iskandar bersama petinggi negara-negara Eropa

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar mengingatkan, betapa vitalnya sektor transportasi dalam mengatasi peningkatan emisi karbon secara global.

"Kendaraan dan bahan bakar yang digunakan sangat menentukan seberapa besar emisi karbon yang dilepaskan," ujar Cak Imin saat memberi sambutan dihadapan Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic dalam acara Europeans People`s Party di Zagreb, Kroasia, Kamis (21/11).

Cak Imin selaku Wakil Ketua DPR diundang menghadiri konsolidasi partai-partai masyarakat Eropa pada 19-21 November 2019 di Kroasia. Forum ini membahas isu lingkungan hidup. Acara dihadiri sejumlah negara, diantaranya Austria, Jerman, Italia, Perancis, Denmark, Norwegia, Belanda, Swiss dan lainnya.

Dalam forum itu, Cak Imin menegaskan Indonesia berkomitmen menurunkan kadar emisi karbon. Yakni sebesar 29% sampai tahun 2030, dan ini dilakukan dengan usaha sendiri.

"Caranya gimana? Caranya adalah transformasi dari kendaraan berbasis BBM fosil (pertalite, solar, pertamax) ke berbahan listrik atau bio fuel. Maka, sekalian saya ajak negara-negara Eropa agar investasi ke Indonesia untuk mobil dan motor listrik. Minimal yang hybrid-lah," bebernya.

Cak Imin yang juga ketua umum DPP PKB juga menyebut, Indonesia saat ini ada di urutan ke-12 penyumbang emisi global terbesar. Secara berurutan, yang tertinggi adalah Cina, AS, India, Rusia, Jepang, Jerman, Iran, Arab Saudi, dan seterusnya.

"Meskipun kita ada di urutan 12, namun kebakaran hutan kita membuat ranking ini agak sulit turun. Maka karhutla ini betul-betul penegakan hukumnya harus serius agar target penurunan emisi bisa tercapai," terangnya.

Adapun biofuel dari sawit, Cak Imin menjelaskan, saat ini sedang digenjot terus. Bahkan tahun depan B30 sudah mandatory, artinya pemerintah siap memberi insentif dan kemudahan pengembangan jenis ini secara optimal.

"Tahun 2020 saya hampir yakin kita bisa stop impor solar. Paling-paling ya hanya meneruskan kontrak impor yang lama. Duitnya bisa digeser untuk menambal BPJS, menambah kepesertaan kartu pra kerja. Macem-macemlah,"jelas Cak Imin.

TAGS : Cak Imin bahan bakar emisi karbon Kroasia




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :