Senin, 10/08/2020 18:31 WIB

Politeknik Hong Kong Dikepung Polisi, Demonstran Pasrah

Demonstran kini hanya memiliki sedikit pilihan, sementara polisi di luar tampaknya sudah siap untuk menunggu mereka keluar.
 

Polisi menangkap demonstran Hong Kong (Foto: CNA)

Hong Kong, Jurnas.com - Kelompok terakhir pengunjuk rasa anti-pemerintah yang bertahan di dalam Politeknik Hong Kong, terkepung oleh aparat kepolisian yang berjaga-jaga di luar gedung, pada Rabu (20/11) pagi.

Demonstran kini hanya memiliki sedikit pilihan, sementara polisi di luar tampaknya sudah siap untuk menunggu mereka keluar.

Menurut saksi mata Reuters, kurang dari 100 pengunjuk rasa masih berada di dalam gedung Politeknik Hong Kong, setelah lebih dari 1.000 ditangkap sejak Senin malam.

Beberapa di antara mereka menyerah, sementara yang lain ditangkap saat berusaha melarikan diri dengan memanjat dinding, atau menyelinap melalui pipa selokan.

Di luar gedung, polisi juga memperketat barikade di jalan-jalan di sekitar politeknik, membuat mereka cukup aman untuk dikunjungi pada Selasa malam oleh komisaris baru pasukan, Chris Tang, pada akhir hari pertamanya di tempat kerja.

Tang sebelumnya mendesak dukungan semua warga negara untuk mengakhiri kerusuhan, yang dipicu oleh kekhawatiran bahwa pemerintah pusat China mencekik kebebasan bekas jajahan Inggris tersebut, dan otonomi luas yang dijamin dalam penyerahannya kepada pemerintahan China pada 1997.

Para pemimpin China mengatakan mereka berkomitmen pada formula "satu negara, dua sistem", dan menuduh negara-negara asing, termasuk Inggris dan Amerika Serikat, menimbulkan masalah.

Beberapa pengunjuk rasa muncul ketika matahari terbit di atas kampus setelah semalam menghabiskan tidur di atas tikar yoga, untuk mengekspresikan berbagai perasaan, dari penolakan hingga ketidakpastian.

Yang lain merenung bersembunyi di labirin bangunan kampus, karena mereka mengatakan seorang guru telah menyarankan mereka untuk melakukannya.

"Saya sudah tahu di mana saya akan bersembunyi," kata seorang siswa berusia 19 tahun, yang hanya menyebut namanya Paul, ketika ia muncul dengan mengenakan hoodie, celana pendek, dan sandal untuk menanyakan tentang sarapan di kantin.

"Saya punya cukup makanan untuk setidaknya satu minggu dan kemudian akan melihat apa yang terjadi," lanjut dia.

Para pengunjuk rasa mengaku masih memiliki stok bom bensin, busur, panah, dan senjata darurat lainnya setelah akhir pekan bentrokan berapi-api.

TAGS : Hong Kong Aksi Protes




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :