Jum'at, 06/12/2019 00:11 WIB

Kroasia Mulai Tekuni Pariwisata Medis

Medis yang saat ini menyumbang 15-20 persen dari produk domestik bruto (PDB), berpotensi menjadi penyokong masa depan Kroasia.

Ilustrasi

Split, Jurnas.com - Pemerintah Kroasia akan mendongkrak perekonomiannya melalui wisata medis. Marin Bosotina, yang mengklaim dirinya sebagai ahli penuaan, memandang medis yang saat ini menyumbang 15-20 persen dari produk domestik bruto (PDB), berpotensi menjadi penyokong masa depan Kroasia.

Dikutip dari CNA, meningkatnya permintaan wisata medis dan kesehatan, karena lamanya waktu tunggu untuk perawatan kesehatan publik, dan tingginya biaya perawatan swasta di negara-negara maju seperti Inggris dan Italia, serta tren populasi menua.

Market Research Future (MRFR), sebuah perusahaan penelitian dan konsultasi perawatan kesehatan internasional, memperkirakan bahwa pasar pariwisata medis global akan tumbuh 21,4 persen setahun hingga 2023.

Pejabat memperkirakan sekitar 10 persen turis ke Kroasia datang untuk perawatan kesehatan. Rata-rata mereka menghabiskan hampir empat kali lipat lebih banyak di negara ini, dari pada negara lain hampir €300 (US$332,01) per hari.

"Kami melihat pariwisata kesehatan sebagai produk utama kami untuk memperkuat penawaran dan pendapatan kami, sebelum dan sesudah musim panas yang penuh sesak, karena turis kesehatan menghabiskan lebih banyak dari pada pembuat liburan musim panas," kata Slavija Jacan Obratov dari dewan pariwisata negara Kroasia.

Tetangga Kroasia, Hongaria dan Slovenia, telah mengakui pariwisata medis sebagai sektor yang berpotensi tumbuh cepat. Hongaria telah menjadi salah satu tempat paling populer di Eropa untuk wisata gigi, sementara Slovenia berfokus pada kesehatan.

Obratov mengatakan, sebagian turis yang datang untuk perawatan kesehatan berasal dari negara-negara terdekat seperti Italia, Slovenia, Austria atau Jerman, dan negara yang lebih jauh seperti Inggris.

TAGS : Wisata Medis Kroasia Kesehatan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :