Minggu, 17/11/2019 07:47 WIB

Penasaran! Inilah Pemeran Film Ati Raja

Ho Eng Dji adalah seorang penyair dan musisi Makassar yang lahir di Kassi Kebo tahun 1906 dan wafat 1060 di Makassar. Dengan latar budaya kehidupan kaum Tionghoa peranakan yang hidup bergaul harmonis dengan masyarakat Makassar.

Cover film Ati Raja

Jakarta, Jurnas.com – Sisa beberapa hari lagi, persisnya tanggal 7 November 2019, Film Ati Raja akan tayang di seluruh bioskop Indonesia. Film yang disutradarai Shaifuddin Bahrum ini mengangkat  biografi seorang seniman Ho Eng Dji.

Ho Eng Dji adalah seorang penyair dan musisi Makassar yang lahir di Kassi Kebo tahun 1906 dan wafat 1060 di Makassar. Dengan latar budaya kehidupan kaum Tionghoa peranakan yang hidup bergaul harmonis dengan masyarakat Makassar.

“Sosok Ho Eng Dji memiliki perjalanan hidup yang dinamis dengan berbagai lika-liku kehidupan. Ia berulang kali bekerja dalam bidang perdagangan, tetapi pilihan hidupnya kemudiaan adalah bermain musik hingga akhir hayatnya. Meskipun ia tidak punya pendapatan tetap tetapi ia tidak pernah benar-benar melarat dan kesulitan dalam hal ekonomi,” tutur Shaifuddin Bahrum.

Berikut ini mengenal pemeran film Ati Raja yang dikirim khusus oleh Shaifuddin untuk jurnas.com.

- Jati D. Lisal

Perempuan anggun ini menyandang bintang Sagitarius 27 November. Jati D. Lisal namanya, ia berperan sebagai ibu Ho Eng Dji dalam Film ATI RAJA.

Perannya dalam film tidak jauh berbeda dari kepribadiannya setiap hari. Jati tetap memerankan ibu anggun yang cintai suami dan disayangi anak-anaknya. Ia tetap tampil anggun dan tegar menghadapi kehidupan yang keras di Makassar ketika itu.

Peran demi peran ia hayati dengan mudah. Seperti  mengulang beberapa bagian perjalanan kehidupannya sendiri. Meskipun sudah 9 tahun ia ditinggal oleh Pance Pondaag suaminya, namun kesedihan itu masih dapat dia kenang untung membantu membangun emosionalnya di depan layar.

Sekalipun ia pernah hidup 30 tahun bersama Pance seorang pencipta dan penyanyi pop yang pernah tenar di tanah air, namun dalam film ini dia tidak kebagian peran untuk nyanyi.

Ia mempelajari perannya dengan sungguh- sungguh dan menjalani masa latihan yang berat. Ia benar-benar merasa bahwa peran yang diberikan padanya adalah tantangan yang harus dia lewati. Dan benar saja, ia mampu menunjukkan aktingnya yang prima dan pasti memukau penonton.  Liat saja nanti... Ayo... saksikan akting ibu Jati...

- Fahar Baharuddin (Bojan)

Pimpinan Komando Mahasiswa Merah Putih inilah yang memerankan tokoh Ho Eng Dji dalam film ATI RAJA. Meskipun ini debut pertamanya dalam dunia film,  tapi dengan segala upaya, pemuda alumni Fak. Teknik Elektro UNM tampil apik di depan kamera.

Semua potensi yang dimilikinya ia kerahkan; fisik, rasa, pikiran, dan segenap kecerdasannya ia kuras semua melalui proses latihan yang keras.

Lelaki kelahiran 12 November ini termasuk pemuda yang tidak mudah menyerah terhadap tantangan. Mungkin benar kata bintangnya (scorpio). Sehingga sekalipun ia jatuh sakit saat hari-hari terakhir shooting,  tetap saja memilih untuk berakting di depan kamera sekali pun badannya demam dan sesekali ia muntah. Tapi kemudian semua terlewati dengan baik.

Bojan yang juga adalah seorang deklarator relawan Pendidikan Sulsel berharap besar film ATI RAJA menorehkan sejarah baru dalam perfileman Indonesia di Sulawesi Selatan. Baik dari segi raihan penonton juga dari sisi pencapaian artistik films, karena dia merasakan dan mengalami jika film inj digarap dengan konsep yang kuat... Semoga....Amiiin....

- Goenawan Monoharto

Awalnya Goenawan hanya dikenal sebagai seorang wartawan dan fotografer yang memiliki bidikan jurnalis-humanis. Akan tetapi ia kemudian berproses dalam dunia seni teater dan bergabung dalam Teater Studio. Tidak hanya sebagai pemain, akan tetapi sejak tahun 2017 ia mencoba menjadi sutradara.

Goen (akrab kami panggil) mengakui bahwa keterlibatannya dalam film ATI RAJA sebagai Papanya Ho Eng Dji ia mendapatkan pengalaman baru, sekalipun ia juga pernah bermain pada beberapa film dan sinetron.

Tapi di ATI RAJA ada pengalaman baru, baik pengalaman sosial maupun artistik dan seni pemeranan. Sehingga memerankan peran yang diberikan padanya ia bisa mendapatkan penghayatan yang maksimal dan menujukkan acting yang meyakinkan.

Goenawan  yang juga penggiat buku (Literasi) di kota Makassar ini menunjukkan acting primanya dalam adegan-drama,  akan tetapi dalam adegan perkelahian (fighting) pun ia tampak berupaya keras untuk menunjukkan kemampuannya.

Ia sepertinya ingin menunjukkan bahwa dia benar-benar aktor yang dapat diandalkan dan patut berperan dalam film ATI RAJA. Ia mengandalkan modal beractingnya dari seni teater yang telah berpuluh tahun ia geluti.
Semoga perannya dapat memuaskan kita semua.

- Stephani Vicky Andries

Anak bungsu dari lima bersaudara ini memilih bekerja jauh dari rumahnya di Makassar. Kiki nama panggilan Stephani Vicky Andrew (29) ini bekerja sebagai Manajer Distro PT. Pegadaian Galeri 24 di Kendari Sulawesi Tenggara.

Itu menandakan bahwa Pemeran Ho En Gie bukanlah anak manja yang menggantungkan hidup sepenuhnya pada orang tua. Banyak anak muda yang tidak mau mandiri dan tidak mau berpisah jauh dari orang tuanya. Selain itu Kiki juga memang hobbi traveling.

Kiki masih terdaftar sebagai mahasiswa semester 5 di Univ. Atma Jaya jurusan Manajemen,  tapi niatnya untuk kerja agar bisa mandiri sudah menjadi tekadnya agar tidak menjadi beban keluarganya lagi.

Sebagai seorang gadis yang gemar bernyanyi,  terpanggil ketika mengetahui film ATI RAJA akan di produksi. Dalam beberapa kesempatan Kiki sering menyanyikan lagu Ati Raja, karena lagu ini memang favoritnya.

Sekalipun bermain di film.ATI RAJA adalah debut pertamanya tapi dia tidak mau kehilangan kesempatan untuk bermain lebih baik. Ia kerahkan semua kemampuannya untuk berakting di depan kamera.

Akhirnya benar saja,  ia tampaknya memang akan menggaet perhatian penonton dengan permainannya yang luar biasa.  " Nontonki Nah...!" ujarnya.

- Chesya Sonny Tjoputra

Chesya begitulah teman-temannya menyapa. Gadis kelahiran Makassar ini tahun 1998 ini menit karirnya sebagai foto model sebelum ia terlibat acting di ATI RAJA.

Sekalipun ini merupakan penampilan pertamanya dalam dunia seni peran,  namun ia berusaha keras untuk bisa tampil semaksimal mungkin dan bisa menawan penonton nantinya.

Sehingga ia harus berlatih dengan giat dan keras untuk mendalami peran yang diberikan padanya. Sebulan lebih waktu yang disediakan untuk latihan (reharcel).

Meskipun waktu tersebut terasa kurang namun ia tetap berlatih dan minta bimbingan dari sutradara, produser, dan juga para seniornya. Dia pun tidak malu-malu untuk bertanya dan minta dikoreksi/ dikritik. Sehingga ketika ia tampil di depan kamera maka ia pun overacting secara wajar dan natural.

Chesya yang sedang kuliah di Universitas  Atma Jaya Makassar jurusan Akuntansi semester akhir (2019) menjadikan film ATI RAJA sebagai film.pertamanya untuk melangkah lebih jauh untuk memasuki ruang Seni peran lebih serius.

Sekalipun sibuk dengan berbagai kegiatannya,  namun ia tidak lupa dengan rumah. Ia selalu rindu rumah dimana disana selalu menanti ayahnya Sony Tjoputra dan mamanya Inge Karena serta anak tersayangnya. Di rumah ia bisa berbagi kasih sayang dengan mereka meskipun ia tidak menjadi anak manja.

Chesya menjadi remaja yang cerdas, kuat, dan kreatif di bawah bintang cancer atau bershio macan. Ia berharap film ATI RAJA menjadi film yang disenangi dan membahagiakan penonton.

- Jennifer Tungka 

Berdarah Peranakan Tionghoa Makassar ini sedang kuliah di Jakarta. "Mudah-mudahan bisa selesai tahun depan, Om..." katanya.

Selain kuliah,  ia disibukkan dengan kegiatan pemotretan sebagai foto model, hobbi yang menjadi profesinya sejak ia sekolah di Makassar.
Sekalipun ia lahir dan besar di Makassar ia tidak terbiasa menggunakan bahasa daerah, berbeda dengan kedua orang tuanya.

Sehingga ketika ia main di ATI RAJA dan.memerankan tokoh Soangki, dia pun harus berusaha melatih lidahnya untuk melafalkan kosa kata-kosa kata dalam bahasa Makassar.

Ah... barulah saya menyesal, mengapa sejak dulu saya tidak menggunakan bahasa Makassar di rumah. Soalnya papa-mama sih selalu pakai bahasa Indonesia kepada kami anak-anaknya...." katanya sedikit menyesali masa kanak-kanaknya.

Hal ini banyak dialami oleh anak muda Makassar... mereka lupa pada bahasa ibunya sendiri... padahal "Bahasa itu menunjukkan kepribadian dan budaya seseorang"...

TAGS : Film Ati Raja Kisah Musisi Tionghoa Sulawesi Selatan Masyarakat Bugis Makassar Shaifuddin Bahrum




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :