Kamis, 21/11/2019 03:47 WIB

Musim Manggis Tiba, Karantina Siagakan Petugas Pengawas Mutu Ekspor

Ada dua pasar di negara baru tujuan ekspor, yakni Ceko dan Khazakhtan. 

Buah manggis (Foto: Humas Kementan)

Denpasar, Jurnas.com - Karantina Pertanian Denpasar mengatakan, terjadi pergeseran musim manggis akibat perubahan cuaca. Tahun lalu panen sudah mulai di bulan Agustus kini terjadi di bulan Oktober 2019.

Kepala Karantina Pertanian Denpasar, I Putu Terumanegara mengatakan, kondisi ini sudah diantisipasi dengan menyiapkan petugas pengawas mutu ekspor melalui program Agro Gemilang.

"Program ini digagas Badan Karantina Pertanian guna memberi layanan ekspor cepat. Dengan adanya petugas yang kita latih, harapannya buah manggis yang siap panen bisa lolos persyaratan negara tujuan ekspor," kata Putu di rumah kemasan Manggis, Denpasar, Senin (4/11).

Menurut Putu, dari data sistem automasi perkarantinaan, IQFAST di wilayah kerjanya tercatat adanya peningkatan ekspor komoditas pertanian yang satu ini.

Tercatat di tahun 2018 sebanyak 4.029 ton senilai Rp203,8 miliar, sementara di awal musim 2019, bulan Oktober sudah berhasil
membukukan 1.551 ton dengan nilai ekonomi Rp93,4 miliar.

Ada dua pasar di negara baru tujuan ekspor, yakni Ceko dan Khazakhtan. Setelah sebelumnya China, Singapura, Malaysia dan Vietnam menjadi pelanggan buah dengan rasa legit dan masam ini.

Pendampingan Eksportir Produk Pertanian

Pemenuhan persyaratan teknis Sanitary and Phytosanitary Measure (SPS) menjadi syarat mutlak bagi keberterimaan produk pertanian yang akan melapak di pasar global.

Untuk itu, Karantina Pertanian Denpasar selaku otoritas karantina pertanian menjadi penjamin kesehatan dan keamanan produk yang akan diekspor.

Pemeriksaan melalui tindakan karantina yang disesuaikan dengan protokol ekspor masing-masing negara dan produk menjadi kunci keberterimaan produk.

Guna memberikan percepatan layanan ekspor, melalui gerakan Ayo Galakkan Ekspor produk pertanian oleh Generasi Bangsa, di musim panen manggis kali ini melatih 23 orang petugas rumah kemas.

Pembekalan berupa alur operasional mitigasi OPT/OPTK mulai dari kebun hingga barang sampai di negara tujuan yang disesuaikan dengan persyaratan protokol negara tujuan.

Petugas asal rumah kemas PT. Surya Elok Sejahtera ini telah sebelumnya mengikuti program yang sama dengan produk berbeda. Produk hortikultura yang telah berhasil di ekspor pada musimnya masing-masing adalah mangga ke Rusia, bawang merah ke Jepang dan berbagai buah tropis ke Ceko.

Sesuai kebijakan Kementan untuk menggenjot ekspor, Karantina Pertanian Denpasar menyiapkan layanan jemput bola.

"Kami siapkan layanan di gudang pemilik atau inline inspection. Kami juga mengapresiasi pemda yang telah membangun pertanian berbasis kawasan. Sangat memudahkan kami dalam memberikan layanan ekspor cepat,"
pungkas Putu.

TAGS : Kinerja Menteri Pertanian Ekspor Manggis Karantina Pertanian




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :