Kamis, 21/11/2019 03:37 WIB

Fashion Rhapsody Ajak Masyarakat Cintai Bumi

Agenda tersebut merupakan salah satu cara para designer untuk mengajak masyarakat mencintai dan menyelamatkan bumi dari bahaya limbah.

Road to Event Fashion Rhapsody bertajuk `Harmoni Bumi` digelar di Kota Kasablanka sejak 29 Oktober hingga 3 November 2019

Jakarta, Jurnas.com - Road to Event Fashion Rhapsody bertajuk `Harmoni Bumi` digelar di Kota Kasablanka sejak 29 Oktober hingga 3 November 2019. Agenda tersebut merupakan salah satu cara para designer untuk mengajak masyarakat mencintai dan menyelamatkan bumi dari bahaya limbah.

Ariy Arka, selaku desainer sekaligus salah satu Founder Fashion Rhapsody menjelaskan bahwa ide mengenai gelaran itu sendiri lahir karena adanya isu lingkungan yang disebabkan oleh para industri fesyen. Pasalnya kata Ariy dikenal sebagai penghasil limbah tertinggi.

Untuk mengurangi dampak tersebut, Ariy bersama dengan tiga desainer lainnya yakni Ayu Dyah Andari, Chintami Atmanegara, dan Yulia Fandy mengembangkan ide tersebut untuk membuat sebuah event fesyen dengan mengangkat tema lingkungan agar masyarakat lebih sadar akan dampak mengenai lingkungan dan bumi.

"Disini kami banyak menggandeng beberapa desainer. Karena mereka sendiri menghasilkan banyak sisa-sisa kain, itu adalah salah satu limbah. Di sini kita mengajak teman-teman desainer untuk mencari solusi," kata Ariy.

Ariy menambahkan bahwa Fashion Rhapsody sendiri telah menggandeng sejumlah pihak untuk mengolah kembali beberapa sampah kain yang dihasilkan dalam pembuatan pakaian. Sampah tersebut, dikaryakan kembali menjadi sebuah bentuk yang bisa dijual. Seperti Aksesoris misalnya.

“Kita juga sudah berkolaborasi dengan pengrajin-pengrajin yang menjadikan limbah menjadi sebuah produk,” ujarnya.

Senada dengan Ariy, Chintami Atmanegara yang juga merupakan salah satu Founder Fashion Rhapsody mengatakan, bahwa main event dari Fashion Rhapsody sendiri akan dilaksanakan pada bulan Februari 2020 mendatang. Menurutnya, akan ada sekitar 50 desainer yang ikut tergabung dalam pergelaran fesyen tersebut.

Namun menurut Chintami jumlah itu akan terus meningkat, pasalnya masih banyak designe yang antusias ingin mengikuti ajang tersebut.

"Kami berempat mohon doa supaya acara ini bisa terus berjalan dengan lancar sampai hari H pada Februari 2020 di Tribrata. Jadi ini adalah acara goes to 2020 nanti,” tuturnya.

TAGS : Fashion Rhapsody Bahaya limbah Ariy Arka




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :