Kamis, 21/11/2019 02:01 WIB

Filipina Waspadai Gempa Susulan yang Lebih Besar

Korban tewas hingga kini menjadi 20 sejak gempa mengguncang wilayah itu pada 16 Oktober.

Bangunan roboh akibat gempa bumi (Foto: Reuters)

Mindanao, Jurnas.com - Beberapa bangunan dan rumah di Mindanao rubuh akibat gempa bumi berkekuatan 6,3 yang pada 16 Oktober dan 6,6 pada 29 Oktober.

Seorang petugas kesejahteraan sosial mengatakan, lima orang di provinsi Cotabato Utara tewas akibat gempa tersebut, termasuk kepala desa yang tertimpah runtuhan tembok kantor.

Korban tewas hingga kini menjadi 20 sejak gempa mengguncang wilayah itu pada 16 Oktober.

Gempa terbaru terjadi 33 km (20 mil) timur laut kota Tulunan di provinsi Cotabato, yang terletak di sebelah barat Kota Davao, tempat Presiden Rodrigo Duterte berada ketika gempa.

Juru bicara Duterte, Salvador Panelo mengatakan pemimpin Filipina itu aman.

Menurut laporan radio DZMM, polisi menyelamatkan sembilan orang yang terluka setelah lantai bawah kondominium bertingkat menengah di Davao runtuh.

"Di kota Kidapawan di dekatnya, sebuah hotel enam lantai runtuh, tetapi tidak ada seorang pun di dalamnya," kata Walikota Joseph Evangelista kepada radio DZMM.

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) menyarankan warga agar tetap berada di luar rumah dan kantor mereka karena kemungkinan masih terjadi gempa susulan yang semakin kuat.

"Bangunan bisa hancur total," kata Erlinton Olavere, seorang spesialis penelitian sains di Phivolcs.

Gempa bumi sudah biasa terjadi di Filipina, yang berada di Cincin Api Pasifik yang aktif secara geologis.

Kantor Duterte mengarahkan semua lembaga dan unit pemerintah daerah untuk memberikan bantuan yang diperlukan dan bantuan segera kepada mereka yang terkena dampak.

TAGS : Bencana Alam Gempa Bumi Filipina




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :