Jum'at, 06/12/2019 22:27 WIB

Mentan Syahrul Lengkapi Balai Penyuluh Perangkat Digital

Sistem Komando Strategis Teknis Pertanian (Kostra Tani) dalam 100 hari pertama dan dalam level lapangan, pengendalian dan operasionalnya dipusatkan di kecamatan-kecamatan.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di hadapan kerabat, kolega dan sahabatnya di Rumah Kayu Gowa, Minggu (27/10).

Gowa, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo akan mengoptimalkan perang penyuluh di kecamatan di setiap daerah. Salah satunya menyediakan perangkat digital.

Bagi Syahrul, untuk memenuhi kebutuhan pangan 267 juta warga Indonesia, maka perang penyuluh pertanian harus dioptimalkan dan dimonitor secara khusus di War Room, Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan).

"Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak dan garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan," tegas Syahrul di hadapan kerabat, kolega dan sahabatnya di Rumah Kayu Gowa, Minggu (27/10).

Syahrul menambahkan, Sistem Komando Strategis Teknis Pertanian (Kostra Tani) dalam 100 hari pertama dan dalam level lapangan, pengendalian dan operasionalnya dipusatkan di kecamatan-kecamatan.

"Balai-balai penyuluhan di tingkat kecamatan akan dilengkapi dengan data dan perangkat digital yang bisa memantau kapan dilakukan panen, proses tanam, dinamika pasar dalam dan luar negeri sampai pergerakan Alsintan," ujar Syahrul.

Mentan SYL menegaskan program Kostra Tani untuk lebih memperkuat Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan (BPPK) sebagai tempat konsolidasi penyuluh. Dirinya merasa penting mengingat strategisnya peran dan fungsi penyuluh.

"Penyuluh itu adalah otaknya rakyat, manajemen hatinya rakyat yang selalu mendampingi rakyat. Dan mereka akan menjadi kopassus nya pertanian," tegas SYL.

Kostra Tani diharapkan bukan hanya meningkatkan produksi, namun juga kesejahteraan petani dan rakyat Indonesia. Mentan peraih Bintang Mahaputra Utama bidang pertanian ini, mempunyai harapan besar programnya akan berdampak luas dan cepat bagi kesejahteraan.

"Bila dibandingkan, pendapatan per kapita petani Indonesia masih dikisaran 40 juta. Sedangkan negara Malaysia sudah melebihi 146 juta, bahkan Jepang sudah 380 juta. Kita segera bangkit! Dan hal ini diraih bila kita bekerja dengan baik," tegasnya.

TAGS : Kinerja Menteri Pertanian Penyuluh Pertanian Syahrul Yasin Limpo




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :