Rabu, 20/11/2019 18:27 WIB

Hormati Prerogatif Presiden, Trenggono: Kita Dukung Kabinet Indonesia Maju

Kita dukung saja pak presiden supaya bisa bekerja dengan baik

Hasto Kristiyanto, Arya Sinulingga, Wahyu Sakti Trenggono

Jakarta, Jurnas.com - Mantan Bendahara TKN 01 Jokowi-KH Maruf Amin, Wahyu Sakti Trenggono mengajak semua pihak mendukung saja keputusan Presiden Jokowi dalam menyusun menteri kabinet kerja jilid 2.

"Kita dukung saja pak presiden supaya bisa bekerja dengan baik," ujar Wahyu Sakti Trenggono, Selasa (22/10/2019).

Ia menjelaskan, penyusunan kabinet sebagai hak prerogatif presiden tentu harus dihormati. Ia pun meyakini Presiden Jokowi tidak asal pilih menteri.

"Pak Presiden tentu punya pertimbangan matang saat memilih para menteri. Maka kita dukung sehingga kinerja pemerintahan efektif," imbuh Trenggono, yang dikenal sebagai sosok pekerja keras ketika Pilpres lalu.

Presisen Jokowi sendiri telah memanggil para calon menteri ke istana. Mereka berasal dari kalangan pebisnis, akademisi, juga wakil dari partai politik.

Namun penyusnan kabinet Jokowi kali ini mendapat catatan dari sejumlah relawan. Mereka khawatir Jokowi salah memilih menteri, terutama dari kelompok yang hanya haus jabatan.

Sekjen Seknas Jokowi Dedy Mawardi misalnya, menyitir pernyataan Erick Thohir bahwa menteri yang dipilih Jokowi haruslah orang yang berkeringat.

"Menarik Pernyataan Eric Thohir ini. Entah siapa yang dimaksud berkeringat itu. Apa Pak Eric Thohir sendiri atau Nadien Makarim, Wisnuthama, atau Bahlil itu berkeringat selama proses pilpres kemarin berlangsung. Atau bagaimana," ujarnya penuh tanya.

Sebagai relawan pendukung Jokowi, Dedy merasa ada yang janggal dari pernyataan Erick Thohir soal istilah berkeringat.

"Wong selama pilpres saja mereka itu seperti bergerak dalam kotak kaca, bisa dilihat tapi tidak bisa dipegang. Apalagi bergandengan tangan dengan relawan Jokowi dan pemilih," tegas Dedy yang juga sebagai juru bicara Komite Penggerak Nawacita (KPN).

TAGS : Kabinet Kerja Jilid 2 Menteri Jokowi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :