Rabu, 20/11/2019 19:40 WIB

Jokowi Tak Ingin Kerja Monoton

Presiden Jokowi tidak ingin bekerja secara monoton yang menjadi rutinitas setiap saat. Namun, Jokowi berharap untuk lima tahun ke depan bisa bekerja dengan berorientasi pada hasil.

Presiden Joko Widodo (JN)

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Jokowi tidak ingin bekerja secara monoton yang menjadi rutinitas setiap saat. Namun, Jokowi berharap untuk lima tahun ke depan bisa bekerja dengan berorientasi pada hasil.

Demikian disampaikan Presiden Jokowi, pada sidang Paripurna MPR RI dalam rangka pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Minggu (20/10).

Jokowi bercerita ketika tahun pertama di istana, saat mengundang masyarakat untuk halalbihalal, protokol meminta untuk berdiri di satu titik. Pun demikian di tahun kedua, halalbihalal lagi, protokol meminta Jokowi berdiri di titik yang sama.

"Langsung saya bilang ke Mensesneg, “Pak, ayo kita pindah lokasi. Kalau kita tidak pindah, akan jadi kebiasaan. Itu akan dianggap sebagai aturan dan bahkan nantinya akan dijadikan seperti undang-undang”. Ini yang namanya monoton dan rutinitas," kata Jokowi dalam pidatonya.

Kata Jokowi, mendobrak rutinitas adalah satu hal. Meningkatkan produktivitas adalah hal lain yang menjadi prioritas. "Jangan lagi kerja kita berorientasi proses, tapi harus berorientasi pada hasil-hasil yang nyata," tegasnya.

Untuk itu, Jokowi mengaku, sering ingatkan para menteri, tugas pejabat negara bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan, tetapi membuat masyarakat menikmati pelayanan, menikmati hasil pembangunan.

"Seringkali birokrasi melaporkan bahwa program sudah dijalankan, anggaran telah dibelanjakan, dan laporan akuntabilitas telah selesai. Kalau ditanya, jawabnya “Program sudah terlaksana Pak.” Tetapi, setelah dicek di lapangan, setelah saya tanya ke rakyat, ternyata masyarakat belum menerima manfaat. Ternyata rakyat belum merasakan hasilnya," terang Jokowi.

Jokowi menegaskan, tugas pejabat negara dan para menteri adalah memastikan seluruh kebijakan dan program pemerintah langsung dirasakan oleh masyarakat. Ia menganalogikan, ketika mengirim pesan melalui SMS atau WA. Ada sent, artinya telah terkirim. Ada delivered, artinya telah diterima.

"Tugas kita itu menjamin delivered, bukan hanya menjamin sent. Saya tidak mau birokrasi pekerjaannya hanya sending-sending saja. Saya minta dan akan saya paksa bahwa tugas birokrasi adalah making delivered. Tugas birokrasi itu menjamin agar manfaat program dirasakan oleh masyarakat," kata Jokowi.

TAGS : Pelantikan presiden dan wapres Jokowi-Maruf Amin




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :