Minggu, 17/11/2019 19:08 WIB

Turki Ancam Hancurkan Kepala Pasukan Kurdi di Suriah

Gencatan senjata memberi waktu pasukan pimpinan Kurdi lima hari untuk menarik diri dari apa yang disebut zona aman yang ingin dibangun Ankara di dalam wilayah Suriah.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (Foto: Murat Kaynak / Anadolu)

Ankara, Jurnas.com - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Turki akan menghancurkan kepala para militan Kurdi jika kesepakatan dengan Washington mengenai penarikan pasukan Kurdi dari wilayah itu tidak sepenuhnya dilaksanakan.

Erdogan dijadwalkan akan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Sochi, resor Laut Hitam Rusia, Selasa, ketika gencatan senjata lima hari yang ditengahi Ameirka Serikat (AS) akan berakhir.

Gencatan senjata memberi waktu pasukan pimpinan Kurdi lima hari untuk menarik diri dari apa yang disebut zona aman yang ingin dibangun Ankara di dalam wilayah Suriah.

Ankara mengatakan pihaknya bermaksud untuk membentuk "zona aman" dalam 32 km (20 mil) di sepanjang sisi perbatasan Suriah di mana hingga dua juta pengungsi Suriah dapat dimukimkan kembali.

Erdogan mengatakan, pasukan pemerintah Suriah berada di bawah perlindungan Rusia di bagian-bagian tertentu dari wilayah operasi Turki di mana ia bertujuan untuk mendirikan zona aman.

"Kami akan membahas masalah ini dengan Pak Putin. Kami perlu menemukan solusi," ujarnya.

"Tetapi hal yang sama juga berlaku di sana. Jika berhasil, itu berhasil. Jika tidak, maka kami akan terus mengimplementasikan rencana kami sendiri," katanya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Erdogan juga mengatakan Turki akan menghancurkan kepal" militan Kurdi di Suriah utara jika kesepakatan dengan Amerika Serikat, sekutu NATO, goyah dan Kurdi tidak mundur dari daerah itu selama 120 jam ke depannya.

"Jika berhasil, itu berhasil. Jika tidak, kami akan terus menghancurkan kepala para teroris begitu 120 jam (gencatan senjata) berakhir," kata Erdogan.

"Jika janji-janji yang dibuat kepada kami tidak ditepati, kami tidak akan menunggu seperti yang kami lakukan sebelumnya dan kami akan melanjutkan operasi di mana ia tinggalkan begitu waktu yang kami tetapkan habis," katanya.h.                                             

TAGS : Recep Tayyip Erdogan Pasukan Kurdi Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :