Selasa, 19/11/2019 20:05 WIB

Presiden Assad Desak Pasukan Turki-AS Angkat Kaki dari Suriah

Segala upaya harus diarahkan untuk mengakhiri Operasi Musim Semi Perdamaian dan penarikan semua pasukan ilegal, termasuk tentara Turki dan AS dari wilayah Suriah.

Presiden Suriah Bashar al-Assad menyambut delegasi Rusia yang dipimpin oleh utusan khusus Kremlin untuk Suriah Alexander Lavrentiev di Damaskus, Suriah, 18 Oktober 2019. (Foto: SANA)

Damaskus, Jurnas.com - Presiden Suriah, Bashar al-Assad menuntut Turki menghentikan secara penuh operasi militer melawan pasukan Kurdi di Suriah timur. Bukan hanya itu, tapi pasukan asing yang datang secara ilegal di wilayah Suriah.

Demikian kata Assa saat bertemu dengan delegasi Rusia yang dipimpin utusan khusus Kremlin untuk Suriah, Alexander Lavrentiev, di Damaskus pada Jumat (18/20).

Assad mengatakan, segala upaya harus diarahkan untuk mengakhiri Operasi Musim Semi Perdamaian dan penarikan semua pasukan ilegal, termasuk tentara Turki dan Amerika Serikat (AS), dari wilayah Suriah karena dianggap sebagai pasukan pendudukan di bawah konvensi internasional.

"Rakyat Suriah berhak atas perlawanan dengan segala cara yang tersedia," kata Assad.

Sehari sebelumnya, Assad mengatakan, Damaskus akan menanggapi serangan darat tentara Turki dan sekutu takfiri yang bersekutu melawan para pejuang Kurdi di wilayah itu.

"Apa pun slogan-slogan palsu yang dijadikan dalih serangan Turki, itu adalah invasi dan agresi yang mencolok. Suriah sudah sering menyerang proksi dan teroris yang didukung Turki," ujar Assad kepada Penasihat Keamanan Nasional Irak, Falih al-Fayyadh di Damaskus.

"Suriah akan menanggapi serangan itu dan mengonfrontasinya di mana saja di dalam wilayah Suriah melalui semua cara yang sah yang tersedia," tegasnya.

Sementara itu, Lavrentiev menekankan dukungan tegas Moskow untuk kedaulatan Suriah dan integritas wilayah.

Lavrentiev mencatat, Rusia menolak langkah atau tindakan apa pun yang melanggar kedaulatan Suriah, semakin mempersulit krisis dan secara negatif memengaruhi upaya untuk menyelesaikan konflik.

Kedua pejabat senior itu juga bertukar pandang tentang persiapan untuk memulai pekerjaan komite konstitusi Suriah yang telah lama ditunggu-tunggu.

Mereka menggarisbawahi bahwa faktor terpenting untuk keberhasilan komite konstitusional adalah bahwa pekerjaannya harus jauh dari campur tangan asing, dan bahwa semua pihak harus menghormati komposisi komite, yang dibentuk melalui pembicaraan antar-Suriah.

Pada 23 September, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan, kesepakatan sudah dicapai antara pemerintah Suriah dan yang disebut Komisi Negosiasi Suriah, kelompok oposisi payung yang didukung Arab Saudi, tentang komite konstitusi yang kredibel, seimbang, dan inklusif.

"Ini akan difasilitasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa," kata Guterres kepada wartawan, menambahkan bahwa itu akan diselenggarakan dalam beberapa minggu mendatang.

Damaskus menyatakan bahwa komite konstitusi harus menjadi urusan murni Suriah untuk diputuskan oleh rakyat Suriah sendiri tanpa campur tangan asing.

TAGS : Bashar al-Assad Agresi Militer Turki Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :