Sabtu, 31/10/2020 09:08 WIB

Sekjen PBB Dukung Turki Hentikan Perang Teroris di Suriah

Turki ingin menciptakan zona penyangga sedalam 30 kilometer (20 mil) di sisi perbatasan Suriah.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), General Antonio Guterres (Foto: Presstv)

New York, Jurnas.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres menyambut segala upay meredam ketegangan di Suriah utara dan melakukam upaya bersama untuk melindungi warga sipil.

Hal itu disampaikan jurubicara PBB, Farhan Haq setelah Turki setuju untuk menghentikan operasi militernya di wilayah tersebut dalam sebuah pernyataan, Kamis (17/10).

"Sekretaris jendral itu mengakui bahwa masih ada jalan panjang untuk mencari solusi efektif untuk krisis di Suriah," Farhan Haq.

Turki setuju untuk menghentikan ofensif selama lima hari untuk membiarkan pasukan Kurdi menarik diri dari zona aman yang diusahan Ankara, dalam sebuah kesepakatan yang dipuji pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Sementara itu, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi mengatakan, bersedia mematuhi gencatan senjata yang diumumkan Washington dan Turki, setelah sembilan hari pertempuran di sepanjang perbatasan utara Suriah.

"Kami siap mematuhi gencatan senjata yang mencakup wilayah dari Ras al-Ain hingga Tal Abyad," kata kepala SDF Mazlum Abdi kepada sebuah stasiun TV Kurdi.

"Kami belum membahas nasib daerah lain," katanya di Kurdi, merujuk pada bagian timur laut tempat Turki ingin menciptakan"zona aman".

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berpusat di Inggris mengatakan, bentrokan di Ras al-Ain berlanjut meskipun ada kabar tentang perjanjian tersebut.

Sejak Turki meluncurkan invasi ke timur laut Suriah awal bulan ini, ratusan militan Kurdi telah terbunuh dan 300.000 orang terlantar, menurut pemerintah Turki dan angka yang dikeluarkan oleh PBB.

Abdi mendesak Washington menjamin kembalinya para pengungsi dan memastikan wilayah itu tidak mengalami perubahan demografis.

Turki ingin menciptakan zona penyangga sedalam 30 kilometer (20 mil) di sisi perbatasan Suriah, untuk menjaga milisi Kurdi tetap berada di sana dan memukimkan kembali beberapa dari 3,6 juta pengungsi Suriah yang tinggal di tanah Turki.

TAGS : Sekjen PBB Antonio Guterres Perang Turki




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :