Senin, 16/12/2019 19:31 WIB

Uang Saku Bidikmisi, Menristekdikti: Idealnya Rp1 Juta per Bulan

Usulan tersebut, kata Menristekdikti, sudah dia sampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo, sementara di sisi lain dia juga menyadari akan ada konsekuensi penambahan anggaran.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyebut nominal uang saku bulanan untuk penerima beasiswa bidikmisi, idealnya ditingkatkan menjadi Rp1 juta per bulan dari jumlah saat ini Rp700 ribu.

Usulan tersebut, kata Menristekdikti, sudah dia sampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo, sementara di sisi lain dia juga menyadari akan ada konsekuensi penambahan anggaran.

"Saya sedang usulkan kepada presiden (Jokowi). Memang uang Rp700 ribu itu sangat kecil, tidak cukuplah. Idealnya Rp1 juta (per bulan). Ini saya usul," ujar Menristekdikti di sela-sela penyerahan penghargaan kepada pemenang Film Dokumenter Bidikmisi Awards, di Jakarta pada Minggu (13/10).

Menristekdikti menjelaskan, sebelumnya pemerintah pernah meningkatkan jumlah uang saku bulanan untuk penerima bidikmisi dari Rp600 ribu menjadi Rp650 ribu. Kendati hanya kenaikan sebesar Rp50 ribu, namun jumlah anggaran naik hingga Rp500 miliar.

Kemristekdikti lalu meningkatkan kembali uang saku bulanan dari Rp650 ribu menjadi Rp700 ribu pada tahun ini.

"Apalagi (kenaikan) Rp300 ribu, bisa-bisa Rp3 triliun. Ini cukup besar. Sekarang kalau Rp3 triliun, totalnya bisa Rp12,5 triliun sampai Rp20 triliun hanya untuk beasiswa," papar dia.

Bagi Nasir, beasiswa bidikmisi yang saat ini sudah berganti nama menjadi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, harus tetap dikawal pelaksanaannya.

Pasalnya, lanjut Menristekdikti, lulusan beasiswa bidikmisi terbukti sukses diserap oleh dunia kerja. Bahkan 60-70 persen alumni bidikmisi dilaporkan sudah bekerja.

"Bahkan ada yang dari bidikmisi punya usaha Ayam Gepuk. Dia satu hari sampai menghabiskan 6 ton ayam. Ada pula dia petani. Lulusan teknik elektro. Dia mengatur mengatur suhu dengan elektronik. Dia tanam jamur di Jawa Barat. Setiap bulan 5-6 ton ke hotel," tandas Menristekdikti.

TAGS : Bidikmisi Uang Saku Menristekdikti Mohamad Nasir




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :