Sabtu, 19/10/2019 07:06 WIB

Tiga Aplikasi Kementan Masuk Nominasi Lomba Inovasi TIK 2019

Sisco BETI dan SIBETI merupakan aplikasi layanan yang dibangun Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang.

Wawancara Lomba Inovasi TIK 2019. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Tiga aplikasi Direktorat Jenderal Peternakan masuk nominasi lomba Inovasi Inovasi Teknologi informasi Komunikasi (TIK) 2019. Ketiga aplikasi itu adalah SIMREK, Sisco BETI dan SIBETI.

SIMREK dan Sisco BETI masuk dalam nominasi lima besar kategori aplikasi layanan publik sedangkan SIBETI masuk dalam nominasi aplikasi layanan internal, Lomba Inovasi TIK 2019.

SIMREK adalah aplikasi layanan rekomendasi dan perizinan bidang peternakan dan kesehatan hewan. Sedangkan Sisco BETI dan SIBETI merupakan aplikasi layanan yang dibangun Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang.

Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah mengatakan, digitalisasi pengembangan aplikasi dalam penyelenggaraan pelayanan merupakan upaya menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akurat serta mampu menjembatani dalam melayani masyarakat lebih dekat lagi.

"Kementan berkomitmen untuk mampu menjadi sebagai penyelenggaraan pemerintahan efektif, efisien, dengan transparansi dan akuntabilitas menjadi tolok ukur penyelenggaraan pemerintah," kata Nasrullah di Royal Padjajaran Hotel Bogor, Kamis (10/10).

Nasrullah mengatakan, SIMREK berbasis online untuk pelaku usaha peternakan yang membutuhkan berbagai surat rekomendasi, dalam bentuk dokumen perizinan seperti surat rekomendasi, surat persetujuan, surat keterangan terkait ekspor dan impor.

"Kami melayani 25 jenis izin rekomendasi yang bisa diajukan secara online, sehingga pemohon hanya perlu satu kali datang ke Kementan untuk validasi dokumen"ungkap Nasrullah.

Nasrullah menambahkan era industri 4.0 menuntut pemerintah memanfaatkan kemajuan teknologi informasi menjadi daya ungkit utama sehingga masyarakat juga dapat berperan aktif dalam proses pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan.

"Masyarakat mampu menjadi kontrol sosial," kata Nasrullah.

Nasrullah juga menambahkan, sistem ini terintegrasi dengan Indonesia National Single Window (INSW) di bawah naungan Kementerian Keuangan.

Lomba inovasi TIK dengan penambahan kategori Aplikasi untuk pertama kali diselenggarakan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementan pada 2019, untuk meningkatkan inovasi layanan TIK di bidang Pertanian yang diikuti Instansi Pemerintah seluruh Indonesia yang bergerak di bidang Pertanian.

Dalam gelaran lomba nominasi ini, masing-masing nominator harus memaparkan aplikasi mereka dan melakukan wawancara dihadapan juri yang berasal dari Kemenkominfo, UI, Dewan TIK Nasional, Ikatan Ahli Informatika Indonesia dan Himpunan Informatika Pertanian Indonesia.

TAGS : Kinerja Menteri Pertanian Sektor Peternakan Inovasi TIK 2019




TERPOPULER :