Rabu, 23/10/2019 08:05 WIB

Jet Tempur Turki Bombardir Sarang Teroris

Jet tempur F-16 Turki menghantam target YPG/PKK di Pangkalan Udara Rami dan depot amunisi militer di distrik Ayn Isa

Ilustrasi Jet Tempur F-16 (Foto: AFP)

Suriah, Jurnas.com - Hari pertama peluncuran serangan yang dinamai Operasi Mata Air Perdamaian yang dilancarkan Turki, menghancurkan target-target teroris YPG/PKK dengan jet tempurnya.

Pesawat bombardir itu memasuki wilayah timur Sungai Eufrat, utara Suriah hingga sejauh 30 kilometer (18,6 mil) dari perbatasan di Turki. Dengan Jet tempur F-16 Turki menghantam target YPG/PKK di Pangkalan Udara Rami dan depot amunisi militer di distrik Ayn Isa serta lima desa seperti Aluk dan Tal Fender di wilayah tersebut.

Serangan udara juga menghantam elemen-elemen teroris di kota Ras al-ayn, serta di daerah pedesaan distrik Derik dan Qamasli.

Sementara itu, rekaman Anadolu Agency memperlihatkan milisi teroris YPG/PKK membakar ban di Ras al-ayn untuk menghalangi rekaman drone dan jarak pandangan jet Turki. Rekaman itu merekam asap hitam yang menutupi langit kota setelah ban terbakar. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu memimpin rapat koordinasi tentang Operasi Mata Air Perdamaian.

Sebelum menggelar operasi militer di wilayah perbatasan, Kementerian Luar Negeri Turki memanggil perwakilan misi diplomatik anggota Dewan Keamanan PBB (DK PBB) di Ankara untuk memberikan informasi tentang operasi tersebut.

Wakil Menlu Turki Sedat Önal memberi informasi tentang operasi tersebut kepada Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Ankara David Michael Satterfield, Duta Besar Prancis untuk Ankara Charles Fries, Duta Besar Inggris untuk Ankara Dominick Chilcott, Duta Besar Rusia untuk Ankara Aleksey Yerhov dan Duta Besar China untuk Ankara Cheng Weihua.

Selain itu, Duta Besar Iran untuk Ankara Mohammed Farazmand juga diberitahu oleh di antara duta besar yang diberi informasi diberitahu oleh pihak Turki. 

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu mengungkapkan pihaknya juga memberikan informasi kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Afrika Selatan selaku Presiden Dewan Keamanan PBB dan Perwakilan Khusus Sekretaris PBB untuk Suriah, Geir Pedersen.

Cavusoglu menuturkan Turki juga memberitahu Konsulat Jenderal rezim Suriah di Istanbul tentang operasi ini.

Kementerian Pertahanan Turki mengungkapkan sejak pukul 14.00 Rabu siang waktu setempat, negaranya telah memberitahu tentang operasi tersebut kepada Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Jerman, Prancis dan Italia, NATO dan Sekretaris Jenderal PBB.  (Anadolu)

TAGS : Serangan Teroris Suriah Jet Temput Turki




TERPOPULER :