Sabtu, 19/10/2019 06:57 WIB

Politeknik Jakarta Internasional Didorong Cetak Sarjana Terapan

Hal itu dimaksudkan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul, sebagaimana visi Presiden Joko Widodo di periode kedua.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyerahkan SK Politeknik Jakarta Internasional

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) mendorong perguruan tinggi vokasi, lebih fokus menghasilkan sarjana terapan.

Hal itu dimaksudkan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul, sebagaimana visi Presiden Joko Widodo di periode kedua.

"Harus kita terjemahkan di mana suatu lulusan dari perguruan tinggi yang bisa diserap di dunia kerja," kata Menristekdikti saat meresmikan Politeknik Jakarta Internasional, di Hotel Borobudur Jakarta, pada Jumat (4/10).

"Dunia kerja akan menggunakan (lulusan) kalau punya kompetensi, kalau dia tidak punya kompetensi, maka akan bermasalah," imbuh dia.

Sementara untuk meningkatkan kualitas, lulusan politeknik juga dapat melanjutkan jenjang pendidikan hingga doktor, untuk mendapatkan gelar doktor terapan. Dengan demikian, mereka akan siap jika nantinya memasuki dunia kerja.

"Karena yang namanya profesional bisa di level junior pada S1 (sarjana), atau seniornya di jenjang PhD," jelas Menristekdikti.

Sementara perwakilan Artha Graha Group, Indra S. Budianto mengatakan, sebelum berubah nama menjadi Politeknik Jakarta Internasional, Akademi Pariwisata Jakarta Internasional Hotel School (JIHS) sudah memiliki 2.000 alumni yang tersebar di lebih 100 hotel bintang lima di Indonesia.

Institusi pendidikan tersebut, lanjut Indra, meluncurkan tiga program studi (prodi) sarjana terapan, yakni Manajemen Perhotelan, Analis Keuangan, dan Keamanan Sistem Informasi.

Indra menyebut, prodi-prodi ini dipilih secara khusus untuk mendukung industri yang dimiliki oleh Artha Graha Group, antara lain Hotel Borobudur Jakarta, Discovery Hotel Resort (DHR), PT. Bank Artha Graha Internasional Tbk, PT. Artha Telekomindo, PT. Danatel Pratama, dan PT. Sentra Link Solution.

"Kami mengapresiasi kesungguhan pemerintah untuk pembenahan SDM Indonesia, dengan memberikan insentif bagi pelaku usaha yg mau berinvestasi di sektor pendidikan, dan menjadikannya sebagai hal baru strategis dalam Rencana Kerja Pemerintah 2020," ujar Indra.

Adapun Editha Duarte, salah satu penggagas Politeknik Jakarta Internasional berharap cita-cita untuk memiliki SDM Indonesia unggul yang berkualitas dan berkarakter kuat, untuk berkarya secara domestik dan membawa nama Indonesia di mancanegara bisa tercapai.

"Leadership through service adalah motto dari JIHS, dan akan tetap menjadi core utama Politeknik Jakarta Internasional dalam mencetak SDM unggul dan berkarakter kebangsaan yang kuat. When strong character-based education and industry is a united synergy, sky is the limit," tandas Editha.

TAGS : Politeknik Jakarta Internasional Pendidikan Vokasi Menristekdikti




TERPOPULER :