Kamis, 02/07/2020 15:44 WIB

Rouhani: AS Gagal Tipu Iran di New York

Rouhani mengatakan akan melakukan negosiasi dengan AS setelah terlebih dahulu kembali pada  kesepakatan nuklir Iran dan mencabut sanksi yang telah diberlakukan sejak penarikan.

Presiden Iran, Hasan Rouhani (Foto: Abedin Taherkenareh/EP)

Washington, Jurnas.com - Presiden Hassan Rouhani mengatakan, pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump gagal menipu Iran untuk mengadakan pertemuan presiden selama kunjungannya baru-baru ini ke New York.

Demikian kata Rouhani pada pertemuan kabinet di Teheran pada Rabu (2/10), beberapa hari setelah menghadiri Majelis Umum PBB (UNGA) di New York, di mana Trump menunjukkan keinginan besar untuk bertemu dengan Rouhani.

Di sana, berdasarkan laporan The New York, banyak pemimpin dunia menyampaikan pesan pribadi  Trump kepada delegasi Iran bahwa presiden AS bersedia untuk mengangkat semua sanksi terhadap Iran, jika Rouhani setuju untuk bertemu dengannya terlebih dahulu.

 

Iran bersikeras ingin melakukan dialog secara terbuka. Namun, ia mengatakan akan melakukan negosiasi dengan AS setelah terlebih dahulu kembali pada  kesepakatan nuklir Iran dan mencabut sanksi yang telah diberlakukan sejak penarikan.

Rouhani juga mengatakan bahwa pesan pribadi tidak langsung Trump bertentangan dengan sikap pemerintahannya yang banyak dipublikasikan terhadap Iran.

"Trump secara pribadi memberi tahu Eropa bahwa `saya siap (mencabut sanksi)` tetapi juga mengatakan dalam wawancaranya, `saya akan meningkatkan sanksi.` Bagaimana seseorang dapat mempercayainya ?!" kata Rouhani.

"Kelihaian Persia mengharuskan kami untuk tidak jatuh cinta pada pesan pribadi," sambungnya.

Rouhani tetap berterima kasih kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron karena menggunakan semua kemampuannya untuk mengatur pertemuan antara dia dan Trump di sela petemuan UNGA yang ke-74 di New York.

Rouhani mengatakan Iran melakukan kewajibannya di bawah pakta nuklir, tetapi Gedung Putih adalah pihak lain justru mengingkarinya.

Ia mengatakan, AS sangat ingin pertemuan itu terjadi karena itu akan menawarkan mereka berita bom dan dengan demikian akan melayani politik internal AS.

TAGS : Kesepakatan Nuklir Amerika Serikat Hassan Rouhani Donald Trump




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :