Senin, 14/10/2019 17:32 WIB

Kemenhub Ajak Masyarakat Labuan Bajo Tumbuhkan Budaya Selamat

Bajo telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai 1 dari 10 destinasi wisata baru yang harus dikembangkan.

Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bersama Woman In Maritime Indonesia (WIMA-INA) menggelar kampanye keselamatan pelayaran di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT (18-20/9/2019).

Labuan Bajo, Jurnas.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengajak masyarakat dan semua pemangku kepentingan di Labuan Bajo menumbuhkan budaya selamat, bersih, dan tertib, khususnya kepada operator dan pemilik kapal yang melayani para wisatawan.

"Mengingat Labuan Bajo telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai 1 dari 10 destinasi wisata baru yang harus dikembangkan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut R Agus H Purnomo saat acara Kampanye Keselamatan Pelayaran dan Peringatan Hari Maritim Sedunia Tahun 2019 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (20/9/2019).

Dirjen Agus mengatakan, saat ini Labuan Bajo sudah mulai dikenal oleh banyak wisatawan asing dan lokal, sehingga perlu dijaga bahkan ditingkatkan kunjungan wisatawan ke lokasi itu.

 

"Tolong jaga betul jangan sampai ada kecelakaan laut di kawasan Labuan Bajo karena dapat menimbulkan efek negatif dimata wisatawan asing maupun lokal," ujar Agus.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan R. Agus H. Purnomo.

Menurutnya budaya selamat, bersih, dan tertib sangat penting untuk mendorong perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata yang banyak dicari oleh wisatawan.

"Jadi budayakan keselamatan, kebersihan, dan ketertiban baik di pelabuhan, kapal, laut, dan maupun di lokasi tujuan wisata Labuan Bajo yang sangat indah," tuturnya.

Agus bertekad akan terus membantu para operator dan pemilik kapal, termasuk nelayan untuk meningkatkan aspek keselamatan pelayarannya. Diantaranya melalui pemberian bantuan life jacket dan penerbitan sertipikat Pas Kecil secara gratis.

"Tapi tentu Kementerian Perhubungan tidak mungkin melakukannya sendiri, semua pihak perlu terlibat, seperti operator pelayaran, syahbandar, nelayan, pemerintah daerah, para penegak hukum, dan masyarakat luas," katanya.

Kabag Humas dan Organisasi Ditjen Perhubungan Laut selaku Ketua Panitia Pelaksana Yan Prastomo Ardi 

Kabag Humas dan Organisasi Ditjen Perhubungan Laut selaku Ketua Panitia Pelaksana Yan Prastomo Ardi mengatakan bahwa kegiatan kampanye keselamatan pelayaran dan Hari Maritim Sedunia Tahun 2019 dilaksanakan dengan berbagai rangkaian kegiatan mulai dari tanggal 18 hingga 20 Sl September 2019.

"Diantaranya adalah Simposium Woman in Maritime (WIMA) Indonesia dengan tema Empowering Women in Maritime Community, Uji Petik terhadap 3 buah Kapal Wisata, yakni KLM Kireina, KLM Tanaka, dan KLM Sea Safari VII," kata Yan.

Kegiatan lainnya, lanjut Yan, penyerahan sertifikat pengukuran dan pendaftaran kapal secara simbolis kepada pmilik kapal nelayan/tradisional. Kemudian penyerahan bantuan life jacket sebanyak 200 buah kepada operator kapal tradisional.

Selanjutnya, kegiatan Gerakan Anak Indonesia Cinta Maritim bekerjasama dengan WIMA Indonesia mengundang kurang lebih 50 orang anak-anak TK untuk mengikuti kegiatan mendongeng dengan tema Nenek Moyangku Orang Pelaut dan Sea Safari menaiki KLM Tanaka, Seasafari VII dan Kireina.

"Dilakukan juga pemberian penghargaan kepada anggota WIMA Indonesia yang dianggap paling berperan/berjasa di Dunia Maritim Indonesia," kata Yan.

TAGS : kampanye keselamatan pelayaran Labuan Bajo WIMA Women In Maritime




TERPOPULER :