Jum'at, 18/10/2019 01:20 WIB

Jepang: Bukan Iran tapi Houthi yang Serang Kilang Minyak Saudi

Jepang tidak akan berpartisipasi dalam aksi militer terhadap Iran.

Menteri Pertahanan Jepang Taro Kono (Foto: AFP)

Tokyo, Jurnas.com - Pemeritah Jepang mengatakan, belum menukan bukti untuk membuktikan klaim Amerika Serikat (AS) bahwa Iran terlibat dalam serangan baru ini terhadap infrastruktur kilang minyak Arab Saudi.

"Kami belum mengetahui informasi apa pun yang menjurus ke Iran," kata Menteri Pertahanan Jepang, Taro Kono kepada wartawan, Rabu (18/9).

"Kami yakin orang-orang Houthi melakukan serangan berdasarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab," tambahnya, merujuk pada kelompok Yaman yang tergabung dalam angkatan bersenjata melawan perang pimpinan Arab Saudi di Yaman.

Kono lebih lanjut mengatakan, Jepang tidak akan berpartisipasi dalam aksi militer terhadap Iran dan sebaliknya akan melakukan pendekatan diplomatik untuk mengatasi ketegangan saat ini di wilayah tersebut.

Militer Yaman, yang juga terdiri dari anggota gerakan Houthi Ansarullah, menyerang infrastruktur dua kilang minyak Abqaiq dan Khura yang dikelolah Aramco, pada 14 September.

Serangan itu menghambat setengah produksi minyak mentah Saudi, atau lima persen dari pasokan global. Para pejabat AS mengklaim bahwa serangan itu berasal dari Iran.

Iran membantah tuduhan dan mengatakan serangan itu merupakan pembelaan diri Yaman, yang mengalami serangan terus-menerus dari koalisi yang dipimpin Saudi sejak 2015.

Gerakan Yaman Houthi Ansarullah, yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu memperingatkan Arab Saudi bahwa target akan terus berkembang jika perang yang dipimpin Riyadh di Yaman masih terus berlanjut.Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata yang bermarkas di AS (ACLED), memperkirakan, perang yang dipimpin Saudi telah menewaskan lebih dari 91.000 jiwa selama empat setengah tahun terakhir.

Perang itu juga merusak infrastruktur Yaman, seperti rumah sakit, sekolah, dan pabrik. PBB mengatakan lebih dari 24 juta orang Yaman sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk 10 juta orang menderita kelaparan tingkat ekstrem.

TAGS : Arab Saudi Kilang Minyak Amerika Serikat Taro Kono




TERPOPULER :