Senin, 14/10/2019 17:19 WIB

Arab Saudi Gabung Koalisi Maritim AS Pasca Kilang Minyak Aramco Gempur

Keputusan itu menyusul serangan drone besar-besaran Yaman pada infrastruktur minyak Riyadh.

Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 9 Oktober 2018 (Foto: Onur Coban/Anadolu Agency)

Teheran, Jurnas.com - Arab Saudi memutuskan bergabung dengan koaliasi maritim Amerika Serikat (AS) yang konon untuk melindungi jalur pelayaran di perairan Timur Tengah. Keputusan itu menyusul serangan drone besar-besaran Yaman pada infrastruktur minyak Riyadh.

Dilanair dari Saudi Press Agency (SPA), Riyadh akan bergabung dengan Konstruksi Keamanan Maritim Internasional, yang beroperasi di Selat Hormuz, Bab el -Mandab, Laut Oman dan Teluk Persia.

Ia juga mengklaim bahwa koalisi yang dipimpin AS dimaksudkan melindungi kapal dagang melalui penyediaan navigasi yang aman dan melindungi kepentingan negara-negara anggota aliansi.

Tujuan Arab Saudi bergabung dengan koalisi maritim AS adalah untuk mendukung upaya regional dan internasional mencegah dan melawan ancaman terhadap navigasi maritim dan perdagangan global.

Selain itu, untuk memastikan keamanan energi global dan aliran pasokan energi yang berkelanjutan untuk ekonomi global.

AS membujuk sekutu-sekutunya bergabung dengan koalisinya setelah menuding Iran di belakangan dua serangan terpisah terhadap tanker minyak di Teluk Oman pada Mei dan Juni.

Banyak sekutu AS yang menolak koalisi maritim tersebut dengan alasan akan merusak hubungannya dengan Iran. Sejauh ini, hanya Inggris, Australia, dan Bahrain yang sejauh ini bergabung dengan koalisi tersebut.

Keputusan Negeri Petro Dolar sendiri datang beberapa hari setelah angkatan bersenjata Yaman menyerang besar-besaran infrastruktur kilang minyak Arab Saudi Aramco sebagai balasan atas agresi militer Riyadh selama bertahun-tahun.

Buntut serangan tersebut, menyebabkan penghentian sebagian dalam produksi minyak dan gas dari eksportir minyak utama dunia.

AS dengan cepat menuding Iran di balik serangan itu, meskipun tanpa bukti untuk mendukung klaim yang disebut Iran dan Yaman tidak berdasar.

Pejabat Arab Saudi mengklaim senjata Iran digunakan dalam serangan itu. Serangan itu tidak berasal dari Yaman, tetapi menolak memberikan memberikan rincian bukti untuk mendukung klaimmmnya tersebut.

Duta Besar Arab Saudi untuk London juga mengatakan, Iran hampir pasti berada di belakang serangan terhadap infrastruktur kilang minyak Aramco.

TAGS : Arab Saudi Koalisi Maritim Amerika Serikat Kilang Minyak




TERPOPULER :