Minggu, 20/10/2019 02:23 WIB

Rouhani: Situasi Suriah Bikin Terenyuh Imbas Kebijakan Salah AS

Rouhani membeberkan, AS dan Israel mendukung Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dalam perang di Yaman. Melengkapi mereka dengan senjata dan intelijen.

Presiden Iran, Hasan Rouhani (Foto: Abedin Taherkenareh/EP)

Teheran, Jurnas.com - Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan, apa yang sedang terjadi di kawasan Timur Tengah adalah hasil dari plot dan rencana Amerika Serikat yang salah. Karena itu, ia mendesak negara kawasan menyelesaikan krisis tersebut melalui dialog.

Pernayataan Rouhani itu disampaikan pada Minggu (15/9), saat hendak meninggalkan Teheran ke Ankara, Turki, untuk ikut serta dalam pertemuan tripartit tentang Suriah bersama dengan rekan-rekannya dari Turki dan Rusia.

"Hari ini, apa yang terjadi di kawasan ini dan sudah mengkhawatirkan banyak negara di dunia adalah hasil dari rencana dan konspirasi yang salah dari AS," kata Rouhani.

"Jika kita menginginkan pembentukan keamanan nyata di wilayah ini, maka jalan satu-satunya adalah menghentikan secara penuh tindakan agresi AS dan intervensi provokatif oleh rezim Zionis. Namun jika tidak, maka kita akan menyaksikan ketidakamanan berlanjut," sambungnya.

Rouhani membeberkan, AS dan Israel mendukung Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dalam perang di Yaman. Melengkapi mereka dengan senjata dan intelijen. Lalu, membunuh hampir setiap hari orang tidak bersalah.

Sebelumnya, Selasa (10/9), penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencurigai keterlibatkan AS dan sekutu Baratnya, Inggris dan Prancis dalam kejahatan perang di Yaman. Hal itu merujuk pada bantuan senjata, logistik, dan intelijen mereka terhadap koalisi yang dipimpin Arab Saudi

Para ahli dalam pertemuan di Jenewa, mengatakan, "Legalitas transfer senjata yang dilakukan Prancis, Inggris, AS dan negara-negara lain masih dipertanyakan, dan merupakan subjek dari berbagai proses pengadilan domestik."

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya melancarkan perang mematikan di Yaman pada Maret 2015 dalam upaya kembalikan kekuasaan rezim lama yang pro-Riyadh dan melenyapkan gerakan Houthi Ansarullah yang  membela negara itu bersama dengan angkatan bersenjatanya.

Agresi militer yang didukung Barat, ditambah dengan blokade laut, menghancurkan infrastruktur negara itu, dan menyebabkan krisis kemanusiaan besar-besaran.

Di tempat lain, Rouhani, mengatakan, negara kawasan, khususnya tiga negara penjamin gencatan senjata di Suriah, Iran, Rusia, dan Turki sangat prihatin dengan tindakan agresi dan campur tangan Israel di negara Arab yang berimbasa pada rakyat dan infrastruktur Suriah.

"Bagian-bagian tertentu Suriah masih di bawah pendudukan orang lain dan teroris masih ada di sana. Teroris masih ada di provinsi Idlib dan kelanjutan perang dengan teroris di wilayah ini diperlukan," kata Rouhani.

TAGS : Arab Saudi Amerika Serikat Hassan Rouhani Rezim Israel Timur Tengah




TERPOPULER :