Rabu, 16/10/2019 20:22 WIB

Ladies, Usai Menikah Tetap Bekerja atau di Rumah?

Permasalahan perempuan pasca-melepaskan masa lajangnya ke masa pernikahan, bimbang memilih antara berkarir atau diam dirumah menjadi ibu rumah tangga.

Diperlukan cara membangun kedekatan untuk ibu bekerja dengan buah hati mereka (Foto: Sheknows)

Jurnas.com - “Hidup adalah pilihan” begitu salah satu kutipan konvensional yang selalu melekat di dalam diri manusia Indonesia. tak ayal jika dihadapkan oleh kedua pilihan, maka hanya satu yang diambil untuk difokuskan.

Memang tidak salah, tapi akan ada dilematis sendiri dari pilihan itu. Jika saja mengambil jalan tengah dari kedua pilihan tersebut. Maka butuh kekonsistenan dalam melakukan keduanya secara seimbang.

Begitu pula yang jadi permasalahan perempuan pasca-melepaskan masa lajangnya ke masa pernikahan, bimbang memilih antara berkarir atau diam dirumah menjadi ibu rumah tangga. Dengan begitu, maka dengan rasa bimbang, mereka harus memilih. Antara berkarir dan menjadi ibu rumah tangga.

Berikut adalah tindakan yang mungkin tepat dilakukan jika menghadapi situasi seperti itu:

1. Dibolehkan Berkarir

Melakukan kesepakatan sebelum melangkah lebih jauh dalam berkeluarga. Setiap kesepakatan harus dibarengi dengan solusi bersama. Bila kesepakatan menentukan sang istri boleh berkarir. Maka urusan keluarga pun jangan diabaikan, karena terlalu fokus berkarir setelah berumah tangga dalah resiko yang sangat besar dalam keintiman berkeluarga.

Setiap hal yang diambil pasti akan ada nilai positif dan negatifnya. Tapi tenang! Semua masalah pasti akan ada solusinya.

Dalam berkarir, seorang perempuan/istri akan ikut membantu beban keauangan keluarga sekaligus mengatur sistem dalam keluarga. Baik dari keuangan, dan hal lainnya.

Kemudian, perempuan yang berkarir setelah menikah harus bisa mengatur waktu untuk keluarga. Kasus seperti ini banyak terjadi di Indonesia. tapi karena kebanyakan orang tidak konsisten dalam menjalankan kedua tugas tersebut, maka banyak keluarga yang tidak harmonis dalam menjalani kasih sutuhnya. Padahal, yang terpenting dari berkeluarga adalah kebahagiaan raga dan batin. Meskipun dalam kondisi ini, dari tidak ada permasalahan dari segi materi/keuangan.

2. Pilihan menjadi Ibu Rumah Tangga

Jika setelah menikah, sudah berkomitmen akan untuk meninggalkan karir dan menjadi ibu rumah tangga, itu pun termasuk pilihan yang bijak. Pasalnya, menjadi Ibu rumah tangga buka termasuk pekerjaan yang mudah.

Disamping harus mengurusi semua kebutuhan rumah, harus pula ia melawan rasa bosan, terlebih jika dalam berkeluarga belum memiliki anak. lalu, emosi akan meninggi dengan kejenuhan dirumah, dan rasa bingung yang amat untuk berpergian.

Kemudian selain itu, jika ada kendala dalam keuangan suami, maka bekerja sebagai ibu rumah tangga tidak sedikit membantu masalah keuangan keluarga. Tetapi secara umum, harmonisasi dalam keluarga terlaksana. Sebab istri berada di rumah dan melakukan semua kegiatannya sebagai ibu rumah tangga, maka ketika sang suami pulang dari kerjaan, istri siap untuk menemaninya dengan semua persiapan yang dibuat.

Inti dari pernikahan adalah kebahagiaan, tapi suatu perdebatan kecil dalam rumah tangga termasuk yang lumrah. Maka butuh kesepakatan dan komunikasi didalamnya. Untuk mencapai harmonisasi sebagai keluarga yang berbahagia dan profesional.

TAGS : Perempuan Karier Rumah Tangga




TERPOPULER :