Rabu, 23/10/2019 07:01 WIB

Asetnya Dijual, Iran Kecam Pemerintah Kanada

Iran tidak akan berkompromi dengan pemerintah lain dalam hal melindungi hak-hak warganya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Mousavi (Foto: Presstv)

Ottawa, Jurnas.com - Penjualan properti Iran di Kanada dan Toronto untuk diberikan kepada kelompok yang disebut korban teror Negeri Para Mullah melanggar hukum.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi mengutuk tindakan sebagai suatu pelanggaran terhadap hukum internasional, dan mendesak pemerintah Kanada segera mengembalikan properti dan mencabut keputusan tersebut.

Mousavi memperingatkan, jika Ottawa tidak segera mencabut keputusan tersebut, maka Teheran akan mengambil tindakan untuk mengembalikan hak-haknya berdasarkan peraturan internasional.

"Dalam hal ini, pemerintah Kanada akan bertanggung jawab atas semua konsekuensinya," katanya, menekankan, Iran tidak akan berkompromi dengan pemerintah lain dalam hal melindungi hak-hak warganya.

Pernyataan itu disampaikan setelah Global News mengatakan, Kanada sudah memberikan aset Iran senilai USD30 juta kepada para korban serangan teroris yang menurut Iran tidak terlibat.

Menurut laporan itu, para korban telah menerima bagian mereka dari uang yang diperoleh melalui penjualan dua bangunan milik Iran di Ottawa dan Toronto, sebuah dokumen yang diajukan di Pengadilan Tinggi Kehormatan Ontario pada bulan Agustus mengungkapkan.

Global News melaporkan, properti Ottawa yang berharga, dijual seharga USD26,5 juta, digunakan sebagai Pusat Kebudayaan Iran, dan bangunan Toronto, dijual seharga USD1,85 juta, berfungsi sebagai Pusat Studi Iran.

Selain USD28 juta yang diperoleh dari penjualan dua properti, para korban juga diberikan bagian sekitar USD2,6 juta yang disita dari rekening bank Iran. Dokumen juga mencantumkan Toyota Camry dan Mazda MPV.

Secara khusus, mereka termasuk keluarga Marla Bennett, seorang warga negara AS yang tewas dalam pemboman tahun 2002 yang mengguncang Universitas Ibrani di Yerusalem al-Quds.

Serangan-serangan itu sebagian besar disalahkan pada gerakan perlawanan Palestina dan Lebanon, Hamas dan Hizbullah. Disebutkan Iran mendukung kedua organisasi dan karena itu bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Iran telah membantah peran apa pun dalam serangan-serangan yang pengadilan mendasarkan kasus mereka agar sesuai dengan aset negara yang dibekukan.

TAGS : Iran Kanda Korban Teror




TERPOPULER :