Senin, 21/10/2019 05:07 WIB

Dituding Sebar Kebencian, Akun Facebook Netanyahu Diblokir

Juru bicara Likud, mengatakan, kicauan tersebut murni kesalahan staf. 

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (Foto: Finacial Tribune)

Tel Aviv, Jurnas.com - Facebook sementara waktu menangguhkan obrolan di akun resmi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu karena melanggar kebijakan ujaran kebencian raksasa media sosial itu.

Kejadian ini bermula pada Kamis (12/9), saat sebuah status muncul di halaman Facebook resmi Netanyahu, yang dioperasikan partai sayap kanan Likud, mengatakan "orang Arab ingin memusnahkan kita semua."

"Setelah meninjau dengan hati-hati kegiatan bot kampanye Likud, kami menemukan pelanggaran terhadap terhadap kebijakan kami," tulis Facebook, Kamis (12/8).

"Kami juga menemukan bahwa bot itu menyalahgunakan platform dalam periode waktu yang diizinkan untuk menghubungi orang-orang. Akibatnya, kami menangguhkan sementara bot selama 24 jam. Jika ada pelanggaran tambahan, kami akan terus mengambil tindakan yang sesuai," sambungnya.

Juru bicara Likud, mengatakan unggahan tersebut murni kesalahan staf dan mengklaim Netanyahu yang berusia 69 tahun belum melihat atau mengesahkan unggahan tersebut.

Ia menambahkan bahwa pembekuan mulai berlaku pada Kamis pagi, dan tidak akan mempengaruhi kampanye pemilihan di layanan daring dari partai Likud.

Netanyahu juga berusaha untuk melepaskan diri dari konten anti-Arab di Facebook, mengatakan kepada radio publik Israel, tidak bertanggung jawab atas pesan tersebut.

"Itu bukan aku. Itu adalah salah satu pekerja di markas pemilihan kami," tegasnya.

"Kesalahan itu diperbaiki dengan cepat. Berpikirlah secara logis: Apakah Anda pikir saya akan benar-benar menulis hal seperti itu? Saya punya teman di negara-negara Arab ... Apa ini omong kosong?" tambahnya.

Sementara itu, kepala koalisi Daftar Gabungan Arab di parlemen Israel, Ayman Odeh, mengecam pernyataan Netanyahu yang diunggah di Facebook.

"Netanyahu adalah seorang psikopat tanpa garis merah dan dia ingin melihat darah," tulis Odeh dalam bahasa Ibrani di akun Twitternya.

"Penjahat hina ini akan terus menumpahkan darah kita selama dia yakin itu akan membantunya melarikan diri dari penjara," sambungnya.

Odeh mengaku sudah melaporkan unggahan sembulan otomatis ke Facebook untuk menghentikan hasutan Netanyahu yang rasis dan berbahaya terhadap penduduk Arab.

Warga Arab yang tinggal di wilayah-wilayah pendudukan merupakan 21 persen dari populasi Israel. Komentator politik dan kritikus Netanyahu telah lama mengkritiknya karena menjelekkan komunitas dengan retorika politiknya.

Perkembangan itu terjadi ketika pemukim Israel akan menuju ke kotak suara pada 17 September.

Warga Arab umumnya cenderung memilih partai mereka sendiri yang tergabung dalam koalisi Daftar Gabungan Arab, atau partai tengah dan sayap kiri.

Selama pemilihan legislatif pada tahun 2015, Netanyahu menggunakan nada anti-Arab yang sama untuk mendapatkan dukungan, mengklaim dalam sebuah video bahwa pemerintahan sayap kanan Israel berada dalam bahaya dan bahwa orang-orang Arab akan pergi ke tempat pemungutan suara berbondong-bondong.

TAGS : Ujaran Kebencian Akun Facebook Benjamin Netanyahu




TERPOPULER :