Kamis, 14/11/2019 15:33 WIB

Ribuan Pulau di Indonesia Masih Belum Tersentuh Listrik

sebanyak seribu lebih pulau berpenghuni belum tersentuh layanan listrik dari 2.200 lebih pulau-pulau di Indonesia.

acara seminar bertema

Jakarta, Jurnas.com – Founder Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI), Eddie Widiono menyebutkan dalam acara seminar bertema "Islands Elictrification", yang berlangsung di JIEXPO, Kamis (12/09) bahwa sebanyak seribu lebih pulau belum tersentuh layanan listrik dari 2.200 lebih pulau-pulau berpenghuni di Indonesia. Menurutnya, baru sekitar 600 pulau yang mendapat pasokan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Data yang kita peroleh saat ini bahwa dari 17 ribu pulau di Indonesia itu ada sekitar 2200 lebih itu berpenghuni, yang sudah mempunyai fasilitas kelistrikan itu kalau data dari PLN baru sekitar 400 an, tapi kalau data dari total nasional ada sekitar 600 an pulau,” ujar Eddie.

Menurut Eddie, perlu ada upaya pendekatan baru yang harus dilakukan pemerintah maupun swasta untuk mencari solusi agar pulau-pulau tersebut bisa dialiri listrik. Pasalnya, pasokan listrik akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

“Ini dari jumlah penduduk barangkali tidak sampai 1 persen, tapi dari jumlah pulau yang punya layanan listrik masih sangat signifikan. Oleh karena itu, kita mengangkat seminar ini dengan tujuan mencari upaya untuk melistriki pulau itu dengan paradigma yang lain,” katanya.

Salah satu langkah yang bisa diambil, lanjut Eddie, dengan menggunakan logika berpikir bahwa setiap pulau pasti memiliki potensi-potensi ekonomis yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

“Kita butuh suatu pendekatan baru nanti, makanya itu tadi kita mengambil logika bahwa pulau selain ada penduduknya tentu berpotensi menjadi sentra produksi. Pulau itu kelilingnya laut, pasti ada ikan yang berada disekililingnya yang bisa dimanfaatkan, sehingga itu bisa dijadikan sentra produksi di bidang perikanan,” lanjutnya.

Namun menurut Eddie, perlu dukungan pasokan listrik agar mampu menarik para investor untuk mau berinvestasi di pulau-pulau tersebut. Pasalnya, produk-produk perikanan tanah air memiliki pasar yang cukup besar di luar negeri.

“Kalau ada perusahaan-perusahaan yang ingin berinvestasi di sektor perikanan tentu akan membutuhkan kepastian pasokan listrik,” tambahnya.

Untuk itu, Eddie menyarankan bahwa pendekatan-pendekatan listrik di masyarakat tak hanya untuk konsumsi (penerangan) melainkan juga didorong dengan kepentingan produktif yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Oleh karena itu, kita mencoba mengangkat suatu pendapat bahwa listrik teknologi baru ini harus dipadankan dengan kepentingan produktif,” ujarnnya.

Seminar "Islands Elictrification" merupakan rangkaian acara dari Pameran Electric dan Power Indonesia 2019, 11-14 September 2019, di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Seminar itu menghadirkan pembicara-pembicara Ir. Rida Mulyana (Direktorat Jendral Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral), Isyak Meirobie, S.Sn, M.Si (Wakil Bupati Belitung),  Dr. Ir. Hendra Iswahyudi M.Si (Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral), Drs Adrian Wicaksono, M.Si (Direktur Eropa III, Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa, Kementerian Luar Negeri),  DR. Ahmad Aris SP., M. Si (Kasubdit Pulau-pulau Terkecil dan Terluar, Kementerian Kelautan dan Perikanan), Agus Sutiawan, ST., MIT (Executive Vice President Sistem Teknologi Informasi PT PLN Persero), Frederic Fontant (EDF Indonesia)

 

 

TAGS : Islands Electrification Eddie Widiono




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :