Senin, 23/09/2019 13:48 WIB

KPK Disebut Bak Pendekar Mabuk Asal Tebas

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut bak pendekar mabuk yanh berjalan sendiri. Sebab, lembaga adhoc itu kerap mengabaikan penegak hukum lainnya, seperti kepolisian dan kejaksaan.

Capim KPK, Nawawi Pomolango

Jakarta, Jurnas.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut bak pendekar mabuk yanh berjalan sendiri. Sebab, lembaga adhoc itu kerap mengabaikan penegak hukum lainnya, seperti kepolisian dan kejaksaan.

Kritikan itu disampaikan calon pimpinan (Capim) KPK Nawawi Pomolango, saat fit and proper test, di ruang rapat Komisi III DPR, Jakarta, Rabu (11/9).

Menurutnya, KPK berperan sebagai trigger mechanism dengan mendorong Kepolisian dan Kejaksaan untuk melakukan penegakan hukum korupsi sebagaimana amanat UU Nomor 30 Tahun 2002.

"KPK jadi seperti bekerja sendirian. Jadi seperti pendekar yang sendirian. Tidak seperti begini, pendekar mabuk jalan sendiri, main tebas-tebas kepala saja," kata Nawawi.

Nawawi menegaskan, KPK tak menjalankan tugas koordinasi, supervisi, dan monitoring. Sementara, Kejaksaan dengan Kepolisian yang ada di mana-mana tak diberdayakan oleh KPK.

"Padahal dalam UU sudah bilang bangun jaringan kerja dengan mereka itu," tegas Capim KPK yang berlatar belakang sebagai hakim itu.

TAGS : Capim KPK Komisi III




TERPOPULER :