Rabu, 18/09/2019 14:07 WIB

Israel Jebak AS Perang di Afghanistan

Zarif mengunggah video yang menunjukkan Netanyahu menggalakkan invasi Afghanistan sebelum realisasinya pada tahun 2001 selama sidang kongres di Washington.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif

Teheran, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengingatkan Amerika Serikat (AS), Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu terlibat dalam invasi yang dipimpim AS ke Afghanistan sebelum perang meletus yang dipelopori Washington di Irak.

"Tahukah Anda, realDonald Trump asli (nama akun Twitter presiden AS), bahwa Netanyahu juga berperan dalam mendorong AS ke dalam rawa Afghanistan?" kicau Zarif, Selasa (10/9).

Tahukah Anda, @realdonaldtrump, bahwa Netanyahu juga berperan dalam mendorong AS ke dalam rawa Afghanistan? Yang sama yang sekarang Anda tidak bisa keluar?

Zarif mengunggah video yang menunjukkan Netanyahu menggalakkan invasi Afghanistan sebelum realisasinya pada tahun 2001 selama sidang kongres di Washington.

"Motoya (Netanyahu) sejak 1986: Bertempurlah dengan prajurit Amerika terakhir," tambah Zarif. Ia mengutip pernyataan politisi Israel itu dalam sebuah buku yang ditulisnya tahun itu. Netanyahu sendiri juga mengatakan selama persidangan.

Sekitar 18 tahun kemudian, kata Zarif, AS di Afghanistan dan tidak dapat "keluar," mengacu pada ketidakmampuan Washington melakukan kesepakatan damai dengan kelompok militan Afghanistan Taliban, yang AS jungkir balik melalui invasi tetapi gagaluntuk mengeliminasi.

Pada Senin (9/9), Zarif menggunggah status lain yang menunjukkan pengaruh Netanyahu dalam realisasi invasi pimpinan AS ke Irak dua tahun setelah invasi Afghanistan.

Dalam Twit itu, Zarif menunjuk pernyataan Netanyahu pada tahun 2002, di mana perdana menteri Israel mendukung agresi militer yang dipimpin AS terhadap negara Arab dengan mengklaim bahwa itu akan sangat bermanfaat bagi wilayah tersebut.

AS memimpin sekutunya dalam invasi setahun kemudian. Perang itu terjadi dengan kekacauan yang menghancurkan di Irak dan di tempat lain di wilayah tersebut. Buntut kerusuhan juga membuka jalan bagi munculnya teroris Takfiri di Timur Tengah.

"Ingat JAMINAN-nya tentang gema positif di ’02?" kicau Zarif, yang juga memasukkan video Netanyahu yang memberikan janji.

TAGS : Iran Mohammad Javad Zarif Benjamin Netanyahu Donald Trump




TERPOPULER :