Minggu, 09/08/2020 22:19 WIB

11,5 Juta Warga Inggris Terancam Kecanduan Obat

Pada 2017 hingga 2018 saja, 11,5 juta orang dewasa di Inggris atau lebih dari seperempat populasi orang dewasa diresepkan satu atau lebih obat yang sedang ditinjau. Demikian analisis PHE.

Ilustrasi obat (foto: Anadolu)

London, Jurnas.com - Semakin banyak warga Inggris yang diresepkan obat-obatan yang berpotensi menimbulkan kecanduan seperti pil tidur, opioid dan obat penghilang rasa sakit lainnya, meningkatkan risiko krisis narkoba seperti yang terjadi di Amerika Serikat.

Dalam laporan pemerintah, para peneliti di Public Health England (PHE) mengatakan bukti menunjukkan bahwa "sejak setidaknya 10 tahun yang lalu makin banyak orang yang diresepkan obat-obatan ini, dan seringkali lebih lama".

Pada 2017 hingga 2018 saja, 11,5 juta orang dewasa di Inggris atau lebih dari seperempat populasi orang dewasa diresepkan satu atau lebih obat yang sedang ditinjau. Demikian analisis PHE.

Obat-obatan termasuk obat anti-kecemasan yang disebut benzodiazepin, pil tidur atau obat-z, obat-obatan epilepsi dan kecemasan gabapentin dan pregabalin, antidepresan, dan obat sakit opioid.

Obat-obatan ini dapat menimbulkan kecanduan dan dapat menyebabkan masalah bagi orang yang mengonsumsinya menurut PHE. Laporan ini juga menemukan tingkat resep yang lebih tinggi untuk perempuan dan orang tua.

Sementara benzodiazepin dan opioid yang diresepkan baru-baru ini menurun, namun gabapentin, pregabalin, dan beberapa antidepresan, diresepkan lebih sering dan lebih lama.

“Ini berarti lebih banyak orang berisiko menjadi kecanduan atau mengalami masalah ketika mereka berhenti menggunakannya,” ujar PHE.

“Itu juga membuat NHS (National Health Service) mengeluarkan banyak uang, beberapa di antaranya terbuang sia-sia karena obat-obatan tidak bekerja untuk semua orang setiap saat, terutama jika mereka digunakan terlalu lama,” lanjut dia.

Epidemi opioid di Amerika Serikat telah menewaskan hampir setengah juta orang Amerika sejak 1999, dan sebuah laporan oleh forum kebijakan Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) awal tahun ini memperingatkan bahwa Amerika Serikat "sama sekali tidak sendirian dalam menghadapi ini krisis."

OECD yang berbasis di Paris mengatakan kematian yang terkait dengan penggunaan opioid juga meningkat tajam di Swedia, Norwegia, Irlandia, dan Inggris dan Wales.

TAGS : Kecanduan Obat Narkoba Inggris




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :